Mari kita bahasa sedikit tentang konsep yang akan TXT bawakan untuk comeback mereka di bulan April mendatang.
"Terlalu banyak versi diriku di dalam diriku sehingga tak ada tempat bagimu untuk beristirahat.
Terlalu banyak keinginan sia-sia di dalam diriku sehingga tak ada tempat bagimu untuk tinggal dengan tenang.
Kegelapan di dalam diriku yang tak dapat kuterangi mencuri tempat peristirahatanmu.
Kesedihan di dalam diriku yang tak dapat kuatasi seperti hutan lebat yang penuh duri setiap kali angin bertiup.
Ranting-ranting kering itu bergesekan satu sama lain dan menangis bahkan burung-burung kecil yang kelelahan karena terbang mencari tempat berlindung tertusuk duri lalu terbang pergi.
Angin membawa kesepian dan rasa sakit. Ada banyak hari ketika kita menyanyikan lagu-lagu sedih di dalam diriku. Terlalu banyak versi diriku”
Tentu ada makna yang bisa diambil dari narasi tersebut. Narasi yang merupakan lirik lagu legendaris Korea berjudul "Thorn Tree" (Gasinamu) yang dipopulerkan oleh Si-eun & Ha-kyung (Poet and Village) ini memiliki makna yang cukup mendalam.
@IndiHome woy, ini wifi dari tengah malem sampe subuh kok bisa mati kocak! Uda direstart gak ada efeknya. Kall bayar gak boleh telat, tapi hari-hari isinya trouble mulu. Gelo.
Yesterday, @TXT_bighit spoke about the importance of mental health and why they’re joining forces with UNICEF to launch #TogetherForTomorrow, a global partnership to expand mental health support for every child and young person. #TOMORROW_X_TOGETHER#TXT
https://t.co/7qp62HTVw2