Karna dr kecil, w apa2 sendiri + jd yg stand by apapun as an elder daughter. W terbiasa ngalah dan nggeh aja sama semua jd kalau ada waktu hening kaya gini, perasaan w suka tbtb melalang buana wkwkwk makanya w sebisa mungkin gk begadang ya karna ini
Gue tuh selalu bersyukur bisa jd sandaran buat keluarga w, tp kadang ada masanya di jam jam segini, gk bs turu, gue tbtb bs nangis mental breakdown karna ngerasa capek wkwkwk.
Jujur kadang w overwhelmed kalau semua org ngadu dan butuh gue-
kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
if prabowo has a million haters, i'm one of them. if wowo has a ten haters, i'm still one of them. if wowo has one hater, that’s me. if wowo has no hater, it means i'm dead. if the world supports prabowo, then i’m againts the world❤️
Hari ini gk terlalu kepikiran karna gue sibuk kerja, tapi baru aja nyampe kos, perasaan w langsung berat dan berakhir nangis. Emg harusnya gue lembur aja di kantor
Jangankan dari proker dan rekam jejak.
Dari proses pencalonan aja udah keliatan mana yang bener, mana yang plenger.
Walau nikung AHY di akhir, Cak Imin nggak ngelanggar hukum apa-apa pas jadi pasangan Anies.
Walau ditunjuk sama Megawati, Prof Mahfud juga sah-sah aja jadi pasangannya Ganjar.
Sementara yang satu lagi harus ngakalin dan ngutak-atik konstitusi dulu lewat jalur Paman dan nepotisme, baru bisa maju pilpres.
ga abis pikir bisa-bisanya anies sama ganjar kalah dari wowok ajg. padahal kalo anies dirasa kurang ada ganjar, kalo ganjar dirasa kurang ada anies. kok malah milih yang isinya kurang semua ajg. ga masuk di otak
Gue yakin bgt abis ini gue pasti dpt kerjaan yg lebih baik, benefitnya lebih banyak, gajinya lebih tinggi tapi beban kerjanya gk berat, gue bisa nikmati weekend gue buat istirahat, kalau pulang kerja gk di tag tag lagi, kerjaan gk overload, lingkungan suportif, ada jenjang karir
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.