MATA UANG YANG LEMAH CERMINAN EKONOMI LEMAH
1) Mata uang yang lemah itu adalah cermin daripada ekonomi yang lemah.
2) Kalau ekonomi kuat, mata uang kita kuat.
3) Artinya, dengan penurunan kekuatan rupiah
4) Kalau 5 tahun lalu 1 dolar adalah 9 ribu, sekarang 1 dolar adalah 15 ribu.
5) Berarti turun nilainya 6 ribu; 6 ribu dari 9 ribu.
6) Kalau matematika itu bagus dulu. Berarti hilang kekayaan 30%.
7) Bayangkan. Dengan upaya, kita harus tambah upaya untuk mendapat hasil yang sama.
8) Jadi kesimpulannya, semua indikator yang ada menunjukkan kita berada dalam kondisi yang tidak baik.
PRABOWO SUBIANTO - 22 September 2018
Jika MBG dihentikan, bagaimana dengan nasib 1,5 juta penggerak SPPG & supplier bahan makanan?
Saya tidak tahu, dan tidak mau tahu juga. Karena sejak awal realisasi program ini, kan, ngotot "demi" gizi anak-lansia-bumil. Maka, perhatian saya ada di sana, bukan yang lain.
Kalau program ini benar-benar murni demi gizi anak-lansia-bumil, kenapa harus bikin rantai pasok sebesar itu yang ujung-ujungnya cuma bikin ketergantungan massal pada APBN?
Mereka yang ngotot dari awal apakah tahu persis bahwa ini bukan solusi gizi tapi mesin politik untuk bagi-bagi proyek?
Sekarang, tiba-tiba 1,5 juta orang jadi korban ketika programnya dihentikan (setelah mantan Kepala BGN-nya ketahuan korup), apakah mereka dari awal tidak tahu bahwa mereka cuma jadi alat untuk narasi “peduli rakyat” yang murahan?
Siapa yang salah kalau akhirnya nasib mereka terkatung-katung? Warga Indonesia selain 1,5 juta itu? Lho, bukan mereka yang memaksa "program gagal" ini jalan.
Lagian, kalau gizi anak-lansia-bumil memang prioritas utama, kenapa tidak langsung kasih dana tunai ke keluarga daripada lewat supplier dan penggerak yang entah berapa persennya cuma jadi perantara rente?
Seharusnya 1,5 juta penggeral SPPG harus menagih tanggung jawab ke mereka saja, bukannya ngasih tahu warga tentang kondisi mereka yang terkatung-katung itu.
Jadi, ya, jangan salahkan yang kritis dan protes sejak awal. Yang salah justru mereka yang ngotot program ini “harus” jalan, tanpa hitung-hitungan matang soal keberlanjutan, dan dampak jangka panjangnya.
Nasib 1,5 juta orang pengegrak itu, kan, konsekuensi logis dari kebijakan yang dibangun di atas "sandiwara gizi", bukan atas dasar akal sehat, to? Sementara kalian, kan, mengambil itu atas dasar ekonomi, to?
Kenapa harus mengadu ke rakyat non-1,5 juta itu?
NB: 1,5 juta itu bukan "relawan", ya. Mereka digaji pakai APBN. Tidak bisa disebut relawan karena mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan itu.
Dan ternyata tidak begitu pecus.
Dapet bocoran halus dari tetangga soal korupsi MBG…
Kaget gak kaget sih gue liat nama Cucun masuk daftar itu 👀
Padahal baru beberapa hari lalu dia viral bilang mau mengawasi ketat proyek MBG.
Yaahhh Cun… lo sendiri yang kudu diawasi kali ya?
Bacotan lu makin gak laku deh Cun!
🤣🤌
Sudah banyak yg tau Operasi sesar dengan Eracs? 😁
Dulu operasi sesar tuh pulihnya lama. Pas ada metode ERACS, magrib operasi, tengah malam udah bisa duduk, besoknya udah bisa jalan mandiri.
Shout out buat penemu metode ini! 😭
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
@is_pelssy yang ngajak ketemuan pagi buta di hotel ceweknya, yang minta aipon juga ceweknya. ketika dijawab sama si laki buat minta ke suaminya si cewek, terjadi lah cekcok berujung pembunuhan.
Nopek, komika yg mencatat rekor tour 28kota seIndo dgn berbahasa Jawa. Bukan komika politik tapi sesekali nembak: pecah!
Penampilan di SUCI 12 Kompas TV, sabtu lalu, meninggalkan tanya “setakut itukah Media hari ini dgn Pemerintah?“
sampai komika post sendiri shownya yg dicut.😅
Respon Pemuda Papua atas video viral mama yasinta yang mengaku dikelabui dan dibohongi ats film “pesta ba*bi”
Seharusnya masyarakat papua berterima kasih,“kasihan mereka sudah datang bantu kita dengan suka rela tanpa ada pungut biaya seharunya kita ucapkan terima kasih”ucapnya