sejarah mencatat bahwa pemimpin yg hanya fokus pada ego dan validasi pribadi (NPD) biasanya akan runtuh sendiri ketika "panggung" yg mereka bangun tidak lagi relevan dgn kenyataan di lapangan
@r3tmono justru itu pointnya brother
hiperrealitas itu resolusi layar, tapi karakter asli tetep punya frekuensinya sendiri. wawancara Mbak Nana kemaren itu glitch yang nunjukin frekuensi aslinya dengan sangat jelas. sejarah tinggal catat aja
@hachimaneth stadion ini milik kita, mereka cuma penyewa yg lupa diri. jgn dikosongkan, tapi pastikan setiap sudut tribun meneriakkan kebenaran yg sama sampai telinga mereka panass
pertandingan makin amburadul
wasitnya merangkap jadi striker, hakim garisnya jg tutup mata krn udah dibayar pemilik klub, dan gawangnya dipindah tiap mau kebobolan
kartu merah cuma berlaku buat satu tim
siapa pun yg teriak 'pelanggaran', besoknya langsung kena siram
ruang ganti kita jg tak luput dari intaian mereka
ini bukan lagi pertandingan, ini penyiksaan berkedok olahraga
bahkan sesama penonton pun diadu, biar kita sibuk berantem sendiri...
tapi sekeras apapun peluit mereka, gk akan sanggup bungkam suara penonton yg bergemuruh di dalam stadion
di lapangan yg curang ini, keberanian itu menular...
saat semua penonton bersorak sorai dgn lantang, disitulah kita akan menang
@lwayslovED uang, kekuasaan, gila hormat dan ego yang terlalu besar. mereka lupa kalo di atas rumput hijau, yang bikin pertandingan hidup itu penontonnya. tanpa kita, mereka cuma orang2 gila yang lari2 di lapangan kosong