Sebagai orang yang giginya berantakan dan akhirnya butuh behel, baru sadar setelah baca thread ini.
Kalo mau liat seberapa telaten orang tua merawat gigi kita sejak kecil, salah satunya bisa kelihatan dari kondisi gigi kita sekarang. Soalnya pertumbuhan gigi permanen itu memang butuh perhatian dari kecil, gigi susu harus rutin disikat dan dirawat sampai copot dengan baik. Kalau perawatannya kurang, efeknya bisa kebawa sampai dewasa.
Sebenernya dari kecil mama aku udah rutin bawa aku buat scaling, dan sampe sekarang ga ada gigi yg berlubang.. cuma bentuk gigi yg ga rapi ini krn dulu waktu kecil aku tidur sambil ngedot dan mama aku ga mindahin botol aku ketika aku ketiduran, jadi beberapa gigi tumbuhnya tu ga rapi.
Ini bisa jadi perhatian buat ibu2 yg punya anak, selalu lepas apapun yg di mulut anak kalian ketika tidur🥲☝🏻
Aksa: Bun, Firaun itu ada banyak, kan?
Me: Iya. Firaun itu gelar untuk raja di Mesir Kuno, bukan nama orang.
Aksa: Aku bilang gitu ke temen-temenku, tapi mereka enggak percaya. Malah ngejek katanya aku sok tahu.
Me: Lho, kok bisa? Bukannya di pelajaran juga ada?
Aksa: Biasalah, orang bodoh enggak tahu kalau dirinya bodoh.
Kata-kata hari ini, gaes: orang bodoh tidak tahu kalau dirinya bodoh.
Guru honorer di Solok, Sumatra Barat, Eka Putri, harus mengajak anaknya ke SD tempat dia mengajar setiap hari.
Eka juga sedang menjalani kuliah penyetaraan dengan biaya Rp2,4 juta per semester. Padahal, gajinya hanya Rp225.000 per bulan.
Perlu diingatkan lagi, Joko Widodo berulang kali menyatakan proyek KCJB menggunakan skema business to business (B2B), sehingga tidak menggunakan APBN dan tidak memerlukan jaminan pemerintah.
Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, berkali-kali menegaskan bahwa utang proyek tidak akan dibayar menggunakan APBN dan mengkritik pihak yang menyebut proyek itu akan menjadi beban negara. Bahkan pada 2025 ia kembali mengatakan tidak pernah ada permintaan agar utang Whoosh dibayar memakai APBN. (tautannya: https://t.co/CJjEJwqPn4)
Sejumlah pejabat KCIC dan kementerian pada masa itu juga konsisten menyampaikan narasi bahwa proyek bersifat komersial (B2B) sehingga risikonya berada pada perusahaan, bukan negara.
Tak terhitung juga para politisi dan buzzer pendukung Jokowi saat itu yang menyampaikan narasi ini dan menyerang mereka yang mengritik KCIC. Jika sejak awal proyek dijanjikan sepenuhnya B2B tanpa membebani negara, mengapa kini penyelesaiannya harus diambil alih pemerintah?
Bagaimana pertanggungjawabannya? Kemana mereka sekarang?
Kalau LBP sih masih punya jabatan sih.
Not surprised. Watched Ep1 and 2 of #GeniusGirlfriend and as usual #TianXiWei delivers in the acting dept. As it is the early days of adolescence, she shows Lin ZiXia in all her awkward glory. Highly intelligent, but quite obtuse in dealing with her peers, we see right away her struggles with being isolated & being easily attached to her one and only friend in school. No matter how cute she looks, her classmates just can’t or won’t connect with her. The audience easily roots for her 😍
It's always nice seeing siblings work things out, open up to each other, and grow closer 🥹
It seems like such a simple thing to do, but sometimes it takes a lot to get there
#GeniusGirlfriend
Ini yang bikin hati anget 🥹
Iwan, seorang bapak yang udah 7 bulan nganggur gara-gara PHK, dateng ke Job Fair Kota Depok di Detos bareng istri dan anaknya.
Bukan sendirian nyari kerja, tapi bawa keluarga sebagai alasan buat terus berjuang.
Momen kayak gini tuh gambaran nyata dampak PHK yang sering luput dari angka statistik doang. Di balik data "tingkat pengangguran," ada keluarga yang harus tetep survive, anak yang harus tetep disekolahin, dan orang tua yang ga nyerah walau udah berbulan-bulan nyoba.
Kabar baiknya, job fair yang digelar Pemkot Depok ini emang niat serius , nyediain 1.800an lowongan dari puluhan perusahaan, plus sistem walk-in interview biar prosesnya cepet.
Ribuan pencari kerja lain juga padetin lokasi, tanda kebutuhan ini emang nyata di lapangan.
Semoga makin banyak pemda yang rutin bikin program serupa, karena ikhtiar kayak Iwan ini butuh ruang buat ketemu kesempatan.
Semangat terus buat semua yang masih berjuang cari kerja 🙏
[260805] the reason why #TianXiwei#田曦薇 chose #GeniusGirlfriend#天才女友
🍩: the biggest reason i chose this project cuz i wanted to offer even a little bit of support to children who struggle with interpersonal relationships or have been hurt by their experiences at school. if this drama can have even the slightest positive impact on you, then i think that alone makes it truly meaningful. children go through a stage of growing up where they haven't fully formed their own sense of self yet. during that time, harsh words, hurtful actions, or even cold looks from classmates and others can shake them deeply. just like Lin Zhixia, they may become discouraged, depressed or sad. that's why i hope everyone will watch Genius Girlfriend
Pagi pagi terkejut dengar kabar katanya biaya makan anggota DPR dan para menteri itu seporsinya Rp170.000/porsi???
Beneran??
Kenapa ga disamain aja ama MBG??
the power of di viralin netizen:
- awang & anaknya gilang (6 tahun) udah 3 tahun tidur di teras minimarket di grogol, jakbar
- lalu rame di medsos
- setelahnya sejumlah pihak (dprd dki, dukcapil, dinas sosial, dinas pendidikan) dateng nawarin bantuan
- gilang sekarang udah bisa sekolah
- tinggal nunggu proses administrasi
- awang nangis terharu, selama ini cuma bisa bilang "tar ya bapak markir dulu" ke anaknya
- dapet juga bantuan rumah kontrakan setahun di setia kawan
- dulu awang sopir pribadi, sekarang jadi juru parkir dari tawaran teman-teman ojol
- dia bertekad cari kerja lebih layak, mau bikin sim lagi
- awang belum punya ktp, tapi udah ditawarin urus data lewat dukcapil
Melihat baliho raksasa "UNIQLO HIJAB" di jalanan itu rasanya menggelitik nalar kita. Yang dipampang nyata-nyata adalah kain turban yang dililit ketat membungkus kepala, tapi dilabeli secara sepihak dengan nama besar "Hijab".
Kenapa brand global bisa sampai "salah" mendefinisikan pakaian ibadah kita?
Pertama, kita harus sadar bahwa bagi industri fast fashion sekelas Uniqlo, hijab itu bukan urusan ketaatan syariat, melainkan pasar komoditas. Mereka melihat ceruk pasar muslim yang nilainya triliunan. Masalahnya, kacamata yang mereka pakai adalah standar Barat soal modest fashion (pakaian sopan).
Bagi kapitalisme, asalkan rambut tertutup, itu sudah bisa dijual dengan label "Hijab". Mereka mereduksi nilai ibadah dan syariat menjadi sekadar estetika fashion atau aksesoris penutup kepala (headpiece).
Secara kebahasaan, industri ini merampas istilah "Hijab" (yang aslinya berarti tabir/penghalang) dan menyamakannya dengan kain lilit. Padahal, kalau kita kembali ke literatur asli, kain penutup kepala perempuan dalam Islam itu namanya Khimar atau kerudung.
Model lilitan ketat di atas kepala seperti di iklan itu secara historis lebih tepat disebut 'imamah (turban), gaya berpakaian yang murni urusan budaya, bukan syariat.
Sebagai warga Muhammadiyah, cara kita memandang masalah ini sudah dipagari dengan sangat jelas oleh Majelis Tarjih. Dalam memahami teks agama (Bayani), Tuntunan Tarjih menetapkan bahwa aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
Nah, gaya turban lilit di iklan tersebut jelas gagal total memenuhi kriteria ini. Kenapa?
Pertama, lilitan turban mengekspos area leher dan telinga secara rawan.
Kedua (ini yang paling krusial), Al-Qur'an dalam QS. An-Nur ayat 31 memberikan instruksi sangat spesifik, "…dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (khumur) ke dadanya…". Turban ditarik ke atas, sehingga sama sekali tidak ada helaian kain yang diulurkan untuk melindungi dada sebagaimana perintah ayat tersebut.
Kita tentu tidak antikritik atau anti dengan brand luar yang mencoba merangkul umat Muslim. Tapi, sebagai konsumen Muslim yang teredukasi, kita tidak boleh membiarkan standar ibadah kita didikte oleh raksasa kapitalis.
Yang dijual Uniqlo di baliho itu adalah penutup kepala modis (turban), BUKAN hijab dalam esensi syariat Islam. Pakaian adalah identitas, dan identitas kita bersandar pada wahyu, bukan pada tren musim panas.
Baru baca ini setelah orangnya meninggal. Innalillaahi wainna ilaihi raji'un.
Pertanyaannya ini pun sempat sepi respons, kecuali setelah ia wafat.
Gagal ginjal stadium akhir sangat berisiko jika tdk ditangani cepat. Hanya hitungan hari sejak menulis cuitan ini, beliau meninggal.
Ngebaca cuitannya, ia hampir tidak percaya kena penyakit ini. Lantaran pola hidupnya tdk aneh-aneh.
Semoga ada yang punya pengetahuan soal ginjal bisa berbagi saran dan masukannya.
Apalagi membaca testimoni tentang beliau ini, ia sosok yang peduli sesama. Moga-moga kepedulian itu juga hidup di tengah kita.
Selamat jalan Bung Nanda. Semoga dapat tempat terbaik di sisi Mahakuasa.
BGN membanggakan penghematan Rp311,2 miliar, padahal MBG sudah menghabiskan Rp101,1 T APBN.
Jadi yang dihemat literally cuma 0,3%.
This guy is just insulting everyone’s intelligence 😌
Kata gue sih, kalo ada tim PLN datang ke rumah, always always foto dan video apa yang mereka kerjakan.
Pastikan identitasnya ada. Yang dia kerjakan apa saja jelas.
Simpan foto video itu di telegram atau google drive. Jangan sampe hilang.
Kertas bukti mereka kerja, juga simpan.
Kalo perlu mobil dan plat mobil yang mereka pake, foto juga.
Akan berguna beberapa bulan/tahun kemudian.
YTTA.
kalian tau akun dr. bobby jantung gak?
secara personal branding beliau tuh kuat banget. dari nama akunnya kita tau kalo dia tuh dokter, spesialisnya dokter jantung✅
saking kuatnya personal branding dan influence beliau, ada testimoni ibu2 kalo suami dia berhenti merokok karena liat konten dokter ini
mulia ya kegiatan beliau di sosmed
contoh yg baik, dari pada menghujat ga jelas kan🙏😊
Hari ini pake seragam polo shirt baru dari sekolah.
Salah satu murid gue (kelas 12) nyeletuk “Haha… Miss seragamnya kayak seragam cleaner kita.”
I stopped at my track. Eyebrows raised.
I let silence speaks.
Itu salah satu cara gue untuk koreksi sikap. Tanpa kata-kata, membiarkan keheningan mengajar.
Murid2 gue langsung tau udah ngomong salah.
“Sorry, Miss”
Let’s evaluate first. What’s potentially wrong with your previous sentence?
“I said u looked like the cleaner”
Oh but why? Pak X (the name of the cleaner) works HARD and thorough every single day. He clocks in at 6.30, clocks out at 4.30 without failing. The floor is shining. The desk is shimmering. The job is paying his bills, providing food for his family too, decent, halal, and amazing. What’s wrong with looking like Pak X?
“Yes, Miss. Sorry”
What are u sorry for this time? He’s a hard worker and I aspire to be just that.
“Yes, Miss, okay.”
What potentially be wrong is the unspoken behind your words, nak. I dunno ur intention but it sounded like u looked down at his profession… which is wrong. I don’t feel humiliated bcz nothing is wrong with “keliatan kayak cleaner”, it is the possible tone and the intention that potentially makes it mean… and wrong. You are a kind person, I know u, and you never want to be mean… intentionally ofc.
“Ya Miss, sorry.”
Please be kind. Dismissed.
😤
Jadi keinget ucapan salah satu dokter spesialis bedah anak sekitar empat tahun lalu.
Beliau masuk ke ruangan anakku, terus bilang,
👨🏿⚕️: "Udah nggak bisa diapa-apain lagi, percuma. Nggak bakal panjang umur."
Aku sama suami cuma bisa saling pandang. Begitu dokternya keluar ruangan, kami langsung nangis.
Padahal FYI, beliau bukan dokter yang menangani anakku, cuma visit aja.
Bahkan nggak ada kalimat kayak, "Semangat ya Pak, Bu. Kita usahain yang terbaik. Nanti kalau dirujuk semoga operasinya lancar dan Ade bisa sembuh."
Belum juga diusahakan apa-apa, tapi sudah langsung divonis "nggak bakal panjang umur."
Setidaknya sebagai orang tua, kami sudah berikhtiar semaksimal mungkin buat pengobatan anak.
Akhirnya anakku dirujuk ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap dan ditangani profesor terbaik.
Selama di rumah sakit, beliau selalu menjelaskan semuanya dengan detail. Mulai dari efek samping, tindakan operasinya, sampai kemungkinan terburuknya. Semua dijelaskan dengan baik, jadi kami bisa lebih legowo menerima apa pun hasil akhirnya.
Bahkan waktu anakku kritis, para tenaga kesehatan berjuang mati-matian. Mereka juga sempat memelukku sambil bilang,
"Sabar ya, Bu. Ikhlaskan ya. Ade sekarang sudah nggak sakit lagi."
Empat tahun sudah berlalu, tapi setiap kali aku dan suami lewat depan tempat praktik dokter spesialis bedah anak itu, luka karena ucapannya masih tetap terasa.
Turut berduka cita atas berpulangnya almarhum yurizaltrich.
Selamat beristirahat. Sekarang sudah nggak perlu nunggu kamar lagi ya, Kak.
Titip salam untuk putriku.
Aku berdoa semoga Allah memindahkan pahala dari orang-orang yang berkomentar jahat di utasmu kepadamu. Semoga Allah meringankan hisabmu dan memberimu tempat di Surga Firdaus atas kezaliman yang kamu alami.
Sampai bertemu nanti dengan para pemilik komentar jahat itu di yaumul akhir.
Shen Fuxuan loneliness made him gathered with wrong companions but Im glad he realized on time what is good for him.
“A real friend makes you feel warm, joy and strength” love this line. 🤗👏🏼🫡
The class step in to defend Shen Fuxuan.
#Geniusgirlfriend