life-time strugglenya perempuan kayaknya emang belajar how to manage her emotions ya.
terus menerus belajar mengelola rasa sedih, marah, kecewa, rasa gak layak, rasa sendiri, cemas, malu, frustrasi, dan ketidak nyamanan lainnya.
belajar gak ngasih ruang buat syaitan yang terus berusaha bikin kita putus asa. sampai lupa kalau kita adalah hamba Allah yang berharga, yang setiap detiknya masih diberi nikmat, diberi kesempatan, dan dipilih untuk berbuat baik.
may Allah be with you through all your ups and downs.
@tempodotco Pak..klo lu ngadain sayembara begini artinya pihak2 terkait gagal menjalankan tugasnya. Lagian masyarakat sipil tidak ada hak dan kewajiban ngurusin beginian. Yg ada akan terjadi konflik horizontal. Bisa mikir yg bener gak sih ?
Saran gratis dari psikolog mahal:
Kalau kamu orang yang cemas, lakukan semuanya untuk bersenang-senang.
Melamar kerja? Anggap lagi iseng.
Ngumpulin dokumen? Anggap lagi main puzzle.
Buka blog? Anggap lagi iseng nulis jurnal.
Anxiety itu hidup dari rasa “ini penting banget”. Semakin kamu anggap satu hal sebagai soal hidup-mati, semakin keras dia mencengkeram.
Jadi turunin levelnya.
Jangan kasih dia bahan bakar.
Coba mulai dari hal kecil hari ini:
lakukan satu hal yang biasanya bikin deg-degan…
tapi kali ini dengan niat “cuman buat fun aja”.
@lilaccountz Pengen kerja overseas. Hidup dengan tenang, beribadah dgn tenang dan memiliki kehidupan yg baik dan sangat cukup di luar negeri. Inginnya di negara skandinavia. Pokoknya ingin melepaskan survival mode yg menyiksa dan membuat trauma di indo ini
Asli. Kalau punya mindset segala kesulitan karena adanya dosa. Jadinya kita mikir harus berhenti dosa supaya hidup gaa sulit. Tapi kalau sulit terus? Tandanya sebanyak itu kah dosa kita? Sehina itu kah? Akhirnya yang rusak malah self worth dan bahaya banget.