momen gibran di wawancara rosi:
π€΅π» Eh Mbak Penasaran gk?
π§π» Apa?
π€΅π» konsultan saya siapa?
π§π» Siapa?
π€΅π» Oh gk tau ya? Semua orang menanyakan itu
π§π» Punya konsultan politik atau gk?!
π€΅π» Bukan punya atau gk siapa gk tau ya? Gk ada yg tau ya?
π§π» Gk, kenapa?
π€΅π» Banyak yg menanyakan soalnya
π§π» Ya iya kenapa sekarang ya aku tanya
π€΅π» Ya karena cara komunikasi saya gk seperti orang biasa
π§π» Jadi siapa?
π€΅π» Ya rahasia!!
Ini skrip stand up komedi gk sih?!
mampuslah kita WNI prabowo gibran
gada yang bisa di harapkan
Dengar nggak? Kalau menterinya minta anggaran Rp5 triliun, dia kasih Rp10 triliun.
Bangganya luar biasa ngomong begitu, seolah-olah itu uang dari kantong pribadi. Padahal itu uang rakyat. Heran, kok bisa merasa gagah saat menghambur-hamburkan uang yang bukan miliknya.
Overheard obrolan boti-boti di coffeeshop.
π : "AmitΒ² yaaaa si π§Έ, bikin malu."
π : "Bener ihh. Kita yg boti juga ogah ngakuin dia."
π : "Bener. Kita yg boti nih udah menyimpang, udah cukup deh siksa neraka. Gaperlu tuh pakai KKN. Dia mah boti, KKN. Kerak neraka sayyyy."
π : "Yuhuuu. Kita mah boti-boti pro rakyat yaaa."
YA TUHAN π§Έ, NOH LU DITOLAK BOTI π
cc:threadyangheijen
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
"Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, dialah orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah orang yang celaka." (HR. Al-Hakim)
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
Saya pernah diberitahu sama Ustadz saya begini:
"Akal harus tunduk pada dalil, tidak boleh akal mendahului dalil"
Banyak dipahami bahwa ini bentuk kekolotan umat Islam, padahal konteks diatas itu dalam ranah ibadah. Dalam arti ketika Qur'an dan Hadits mengatakan demikian yahh yaudah "Sami'na wa atho'na"
Justru kita dianjurkan untuk menggunakan akal kita dalam hal muamalah dan sains.
Tapi aneh nya, banyak masyarakat kita yang KRITIS nya malah ke hal yang sifatnya akidah dan ibadah makannya timbul aliran Feminis Islam lah, Demokrasi Syariah lah, Islam Liberal lah dan banyak lainnya.
Dan menurut saya ini kejumudan π€£ yang dikehendaki adalah Muamalah dan Sains, tapi malah bermain-main dengan Ibadah.
lebih tepatnya berasal dari keduanya.
jadi, plasenta itu tumbuh dari sel-sel yang berasal dari embrio. dan karena embrio terbentuk dari sel telur ibu dan sperma ayah, plasenta itu secara genetik adalah milik bayi. bukan milik ibunya, apalagi ayah.
artinya, selama sembilan bulan, ada "organ tamu" yang hidup di dalam tubuh ibu. tubuh ibu sebenarnya mengenali plasenta sebagai benda asing, tapi plasenta punya cara sendiri untuk 'meminta izin tinggal' supaya tidak diserang.
tubuh ibu membiarkan si plasenta ini tinggal dan bekerja.
nah, kerjanya plasenta ini juga luar biasa. selama bayi masih di dalam kandungan, plasenta yang ngurusin hampir semuanya.
dia nganterin oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi. dia buangin limbah dari tubuh bayi balik ke ibu. dia juga jadi tameng, nyaring zat-zat yang boleh dan tidak boleh masuk ke tubuh bayi sebisa mungkin.
dia melakukan semua itu selama sembilan bulan penuh, lalu selesai tugasnya tepat di hari yang sama dengan hari bayi itu lahir.
sampai sekarang ga ada organ lain di tubuh manusia yang bekerja seperti plasenta.
tumbuh, bekerja keras, dan pergi tepat waktu. dia teman pertama kita β€οΈ
ada animasinya nih, bagus:
πΉ https://t.co/sEMYWcUxdg
So please next time you see things like this CHOOSE empathy
BLAME THE SYSTEM, NOT THE PERSON
Kalo sistemnya bener gaakan ada orang yang harus kerja sampe pingsan bahkan meinggal cuma buat bisa makan. Ini realita BANYAK orang di negara yang katanya ekonominya baik-baik aja. TAI
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
βAku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.β
2. AUTOIMUN
βAku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang βaku kuatβ, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.β
3. KANKER
βAku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.β
4. STRES KRONIS
βAku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang βaku baik-baik sajaβ,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.β
5. INSOMNIA
βAku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?β
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
βAku perih karena kamu terlalu sering βmenelanβ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.β
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
Gue kmrn diceritain ponakan gue. Atasan dia gajinya 55jt trs dia ngeluh sama ponakan gue yg gajinya di bawah umr "pusing banget ngatur duit, anak sekolah di internasional school, bini hobbynya pilates sama belanja, bayar cicilan rumah sama mobil, gaji kek ga pernah cukup" dan pada akhirnya dia lagi ngajuin resign Krn ada tawaran kerjaan yg gajinya 65jt.
Kalau seseorang udah nentuin lo itu βsiapaβ di kepala mereka,
apa pun yang lo lakuin bakal selalu mereka lihat dari sudut pandang itu.
Mau lo jelasin, mau lo berubah,
tetap aja bakal dipelintir biar sesuai sama versi mereka.
Di titik itu, sebenarnya udah bukan soal lo lagi,
tapi soal cara mereka melihat dan menilai.
Jadi nggak semua hal harus lo benerin,
karena kadang yang bermasalah bukan loβ¦
tapi persepsi mereka yang udah terlanjur kebentuk.
@griffinarks kadang, kekurangan pasangan bisa dimaklumi saat bahagia, merasa cukup dan lagi gaada masalah. yang bikin sedih, kekurangan itu malah jadi senjata untuk menjatuhkan disaat saling marah dan emosi, naudzubillah π
Lebih tepatnya gini, sehatnya saluran cerna berpengaruh juga terhadap sehatnya kulit. Suplementasi itu bukan pilihan utama, karena mikrobiota usus itu tidak diawali dari suplementasi. π