Banyak orang ngira setelah healing, cari pasangan bakal lebih mudah. Justru terasa lebih sulit karena kamu jadi lebih sadar apa yang benar-benar kamu butuhkan.
Kamu sulit dibohongin; begitu liat pola yang gak sehat, kamu bakal langsung mundur dan gak sudi memaksakan hubungan yang jelas-jelas bermasalah.
Janji manis atau alesan apa pun gak bakal mempan lagi buat bikin kamu mengabaikan red flags.
Kamu makin sadar kalau gak semua orang mau diajak bertumbuh, makanya kamu gak mau bertahan dalam hubungan yang stagnan apalagi toksik.
Konsekuensinya, fase healing emang bakal bikin kamu ngerasa lebih sering sendiri, sih.
Tapi daripada mengorbankan kedamaian hati demi orang yang salah, mendingan sabar menunggu seseorang yang bener-bener sejalan, kan?
@SistersInDanger it’s always funny how the moment women speak critically, confidently, and intelligently, insecure men immediately resort to misogyny instead of actually addressing the argument.
kalian takut sama perempuan pintar atau emang segitu fragile-nya ego kalian?