Kemaren ga sengaja ketemu ibu dan adik nya pas makan, udah bilang ke paksu mau foto kalo udah selesai makan. Tapi pas udah selesai, ku urungkan niat itu. Takut malah nangis sesenggukan 😭
Kata Terakhir Ayah Vidi ke Anaknya dan Ini yang Bikin Semua Orang Nangis
Bukan berita drama, bukan gosip.
Ini cuma cerita tentang cinta seorang ayah yang nggak akan bisa dilupain siapapun yang baca.
Harry Kiss, ayah Vidi Aldiano, akhirnya cerita momen persis detik-detik kepergian anaknya.
Dan ini berat banget dibacanya.
Waktu itu, ibu Vidi terus-terusan membacakan kalimat syahadat di sisi Vidi.
Seluruh keluarga sudah berkumpul.
Dan di momen itu, Harry Kiss mendekat ke telinga anaknya lalu berbisik. Isinya simpel tapi menghancurkan: pergilah, Nak.
Papa akan menjaga Sheila dengan sebaik-baiknya.
Setelah itu Vidi tersenyum.
Dan semenit kemudian, pukul 16.33, semua instrumen kehidupan berhenti.
Satu menit. Dari bisikan itu ke kepergiannya cuma satu menit.
Yang bikin makin sesak adalah konteks di balik kalimat itu.
Harry Kiss tahu anaknya pergi dengan satu kekhawatiran yang belum selesai Sheila Dara, istrinya. Jadi dia pilih memberi ketenangan itu di detik-detik terakhir.
Bilang bahwa Sheila akan dijaga, supaya Vidi bisa pergi dengan damai.
Itu bukan sekadar kalimat perpisahan.
Itu seorang ayah yang rela menanggung beban anaknya, supaya anaknya nggak perlu bawa beban itu pergi.
Vidi Aldiano meninggal 7 Maret 2026.
Dan cerita ini entah kenapa rasanya perlu diingat lebih dari sekadar tanggal di kalender.
Alhamdulillah
seorang ayah Mahfud (74) menyelamatkan putrinya Endang Kuswati (40), datang ke lokasi setelah menerima telepon dari putrinya yang terjebak di dalam gerbong. Dengan cemas, ia mencari di antara reruntuhan saat tim penyelamat bekerja.
Sang putri akhirnya ditemukan selamat setelah berjam-jam terjepit dan dievakuasi menggunakan tandu. Saat ini korban menjalani perawatan, sementara penyebab kecelakaan masih diselidiki.
bekasi Mantap gender pagiii
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Dah mo cerita itu aja
Tapi melihat keluarga Alm Vidi ya, bener2 Vidi orang baik yang dipenuhi Allah SWT dengan banyak rezeki dan gue yakin Almarhum juga merasakan itu
Rest Well sobat spa day ku di RSCM Kencana biarpun ga pernah sapa (ya siapa elu dah)
Karena berita duka Alm Vidi, banyak yg jadi wondering..sebenernya penyebab Kanker tuh apa si? Biasanya orang bilag makannya sembarangan, well banyak yang hidup sehat kena kanker kok
Sejauh ini suami dan mamaku very supportive dan sangat memahami ya saling sih sebenernya. Gue jg ga mau terlalu terlena dalam permainan hormon ini ya tapi one tiny issue apapun itu memang easily triggered aku menjadi ovt, trus lebih anxious dalam apapun
@sirupabc halo sirup abc tolong ya ini gatau penipuan atas nama kalian atau gimana..seharian ditelfonin sm sirup abc trus cuma info menerima bingkisan whatsoever, terakhir disambungin sama live agent pas gue komplain langsung di matiin. Kalo ini teknik promosi, annoying
Sumpah kesel banget liat ini!
Ada turis dari Indo lagi liburan ke Singapore, eh malah jadi musibah. Istri dan anak di tabrak oleh pengemudi mobil B*D sampe si anak meninggal dunia. Udah gitu yang nabrak malah marah2 nyalahin korban. LIKE?!?!?!?!
Kronologi ⬇️⬇️⬇️
WTS 2 tiket gold atas nama sendiri
NEW STORY NIGHT 2025 "Pharaoh Shall Drown"
bersama Ustadz Nouman Ali Khan ✨️
🗓29 Nov 2025
📍Jakarta International Velodrome
#noumanalikhan#storynight#pharaohshalldrown