“Saya antar dia ke stasiun setiap pagi. Saya rawat dan sayangi dia sepenuh hati. Saya selalu bangga memiliki anak seperti dia. Tapi ternyata jalan yang dia pilih justru membuat saya kecewa.”
Kalimat itu keluar sambil diiringi tangis seorang ayah di hadapan mahasiswa PNJ dan banyak kamera yang menyorot ke arahnya
Dengan kepala tertunduk, ia bersujud dan meminta maaf atas perbuatan anaknya. Pada saat itu, harga diri yang selama ini ia jaga seakan runtuh di depan banyak orang.
Menjadi orang tua di era sekarang memang bukan perkara mudah. Tantangan datang dari berbagai arah, sementara pengaruh lingkungan dan perkembangan zaman bergerak begitu cepat.
Orang tua sering kali berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tetap tidak bisa sepenuhnya mengendalikan pilihan hidup anak-anak mereka.
@tanyarlfes iyain aja nder biarin, kalo dia mau lepas bebas yowes rapopo, kasi makan ego nya aja, soalnya keliatan bgt dia tipe yg aleman, yo kalo dikasi siji arep meneh, bakal gitu terus. Semisal dia galanjut SMA jg dia yg malu sama temen temen nya.
@tanyarlfes wong edan, kok yo rakreti keadaane loh. aku pun pasti pernah mikir begini, tapi gasampe diutarain jg jir... kaya yauda sadar diri aja, tapi Alhamdulillah nya seiring waktu orang tua ku peka sendiri, krn melihat kondisi juga si
@awwawwwaasaa55_ @unstewdy @lambepaklurah jadi pelaku yg baju biru itu juga kuliah kak? soal nya yg aku tau yg di pnj itu yg satunya lagi, pas baju biru ditnya udah kuliah belum dia kayak geleng" soalnya ...
Setuju, kak! Secara psikologis, orang yang milih ghosting daripada kasih closure biasanya punya avoidant attachment style atau conflict avoidance. Mereka gak siap secara emosional buat ngadepin konfrontasi/rasa bersalah, jadi milih kabur. Padahal dampaknya jahat bgt. 🧠💔