@cingreborn Di rumahku juga dulu penah tp ini mah mayat kucing dalem sumur, mayat kucing aja baunya naudzubillah sampe mual mual pas sadarnya ini mayat manusia astagfirullah gak kebayang mualnya gimanaa๐ฅฒ
@dokyeomsoul Ngeri klo berakhir kaya nuest, dlu mrka jg dipush abis2an di jepang, eh pas balik ke korea uda ditinggalin sama fansnya
Susah narik hati orang yg uda kecewa
Good luck buat digital svt di next cb
Semoga fans jepangmu itu bsa bntu naikin digital & menangin smua award @pledis_17
Barusan diceritain sama baby sitter anakku;
Anak yang dia asuh sebelumnya harus makan nasi oleh orang tuanya -- walaupun ya udah makan pasta, roti, atau berbagai jenis karbo lainnnya.
"Energinya dari mana kalau nggak makan nasi?" gitu alasannya.
Alhasil si anak ini tiap kali jam makan pasti ada acara nangis dulu karena sebenernya nggak suka makan nasi.
Kayaknya salah satu penyebab GTM (Gerakan Tutup Mulut) aka anak susah makan karena kadang orang tua maksain anaknya makan nasi -- padahal banyak jenis karbo yang lain.
Terkait yang salah siapa dalam konsep "kalau belum makan nasi berarti belum makan" -- menurutku itu ya karena metric utama dari revolusi hijau + swasembada pangan adalah berapa ton produksi beras; paling gampang ngitungnya
Begitu sudah digenjot supply-nya; ya mau ga mau harus dicari demand-nya. Makanya muncul gerakan 4 sehat 5 sempurna yang dulu secara explisit menampilkan nasi sebagai contoh utama karbohidrat (belakangan direvisi jadi macam2 jenis)
Revolusi hijau, GMO, dan segala effort untuk menggenjot supply pangan ini sebenarnya adalah hasil para policy-makers & scientist untuk mengatasi masalah population boom dan risiko food shortage -- dulu pertama dicetuskan oleh Thomas Malthus di awal abad 19
Malthus ini teorinya secara matematis sederhana;
Bahwa populasi berkembang secara geometris (eksponensial), tapi lahan pangan berkembang secara aritmetis (linear)
-- jadi dia memprediksikan bahwa ada titik dimana akan terjadi kekurangan pangan di masa depan.
Kemudian paham Malthusian ini heboh lagi gara-gara buku Paul R. Ehrlich's "The Population Bomb" (1968) yang memprediksikan bahwa beberapa dekade lagi bakal ada food shortage -- ya karena secara grafik ada kenaikan drastis setelah ada population spike generasi Baby Boomer habis PD2; jadi dia nerusin aja tarik-tarik garis ala TA pake moving average
Ini yang kemudian jadi background pemicu negara-negara menggenjot produksi pangannya -- dan berhasil trus malah ada yang kebablasan :D
Amerika oversupply kedelai, jagung dan gandum -- makanya mereka sekarang juga jualan produk ke seluruh dunia;
Efek sampingnya supply digenjot ini berpengaruh juga atas porsi makanan di restoran yang tiap dekade nambah sekian gram --> led to obesity.
Minuman manis yang banyak beredar dari mana sih gulanya? Tebu? Kagaklahh -- itu kebanyakan dari High Fructose Corn Syrup (HFCS) yang jauh lebih murah -- soalnya produksinya buanyaaak
Wis ah aku kokehan nggambleh