Hi all!
WTS buku preloved under 100 ribu :)) kalau mau tanya-tanya kondisinya bisa langsung DM aja yaaa ^^
Atau bisa langsung checkout di link ini: https://t.co/6jK16FwvtF
Thank you~~~
Gimana ya, karakter mokondo n nyebelinnya Mas Adi udah nempel sama Dwi Sasono, judes pelitnya Mbak Angel udah nempel sama Sophia Latjuba, Bintang yg baik hati kek wikipedia berjalan juga udah nempel sama Chelsea Islan, Bastian si suami bucin romantis pun udah melekat sama Deva Mahenra.
Jujur, sebagai fans seriesnya ga rela klo castingnya diganti ๐ญ
Barusan gw nonton podcast yang bilang rupiah akan nyentuh 22.000-25.000, pas bulan Juli-Agustus 2026
Itu kata Prof. Ferry Latulihin. Ekonom dan Mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran.
Loh kok bisa? Alasan Prof Ferry:
- Efek krisis Hormuz, harga minyak sekarang di atas 100 dolar AS, bahkan otw 120 USD.
- Karena masih impor BBM dan subsidi ditahan, beban APBN makin berat.
- MBG sebagai the root of all evil. Bikin APBN boros karena memakan hampir 300 T
- Efek MBG => Defisit fiskal membengkak sekitar Rp240 triliun
Gara-gara ini kata Prof Ferry:
- Pasar takut sama APBN Indo. Bisa jebol ga ni anggarannya?
- Indonesia bisa turun rating menjadi non-investment grade
- Ujung-ujungnya, pasar makin tidak percaya.
Tapi ada lagi yang lebih seram..
Charger rusak, earphone putus, atau handphone lama masih tersimpan di laci rumah, Sobat Jakarta?
Barang-barang elektronik yang sudah tidak terpakai tidak bisa dibuang sembarangan. Penanganannya memerlukan cara khusus agar tidak mencemari lingkungan dan berisiko bagi kesehatan.
Yuk, kelola dengan benar. Simak panduan lengkapnya di infografis berikut ya.
#dkijakarta #JagaJakarta #JakartaKotaGlobal #EwasteJakarta #PilahSampah
anies kalau public speaking tuh adem dan berbobot gitu, ga ngetrigger flight or fight. kalau denger prabowo public speaking rasanya udah mau dibawa ke medan perang
BI itu cuma punya satu target utama: inflasi.
Dan ranahnya melalui kebijakan moneter, ada 3 channel utama (this is basic monetary economics).
Kurs itu sebenarnya bukan target utama bank sentral. Di modern practice, bank sentral gak mengelola kurs, inflasi, dan GDP bersamaan.
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek sajaโmakan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desaโhanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka
1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis.
Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung.
Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental.
2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan.
Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek.
3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy.
The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri.
Seperti apa ulah itu?
Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb.
Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar.
Source gambar : VOI
Kalau ada pertanyaan kayak gini, saya otomatis ingatnya selalu ke Pak @aniesbaswedan.
Menurut saya, beliau tuh tipe orang yang selalu bisa menguraikan hal hal rumit jadi sesuatu yang gampang diserap orang awam. Bahkan ke orang yang sama sekali bukan di bidangnya. Saya suka lihat cara beliau menjelaskan, selalu nemu kosa kata yang pas buat rencananya.
Yang bikin beda, orang yang cuma educated belum tentu punya kemampuan kayak gitu. Mereka mungkin ngerti teorinya tapi susah ngomonginnya ke orang lain. Pak Anies punya dua duanya, smart sekaligus well educated. Kombinasi itu yang bikin dia beda.
Jadi buat saya, tanda orang beneran pintar tuh bukan dari gelarnya, tapi dari cara dia bikin orang lain paham.
Kami telah mengkonfirmasi langsung kepada @rumahzakat, bahwa benar mas Angga telah diculik oleh IDF dan pihak Rumah zakat kehilangan kontak dengan beliau. Jars, mohon doa terbaiknya agar seluruh relawan kemanusiaan yang sedang menjalankan aksi sumud flotilla diberikan keselamatan dan bisa bebas.
Mengingatkan kembali, Rumah zakat tahun lalu telah berhasil membantu kami menyampaikan donasi dari Jars berupa makanan untuk warga Palestina.
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat โ Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline โ Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika โ Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco โ Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ โ Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
jujur efek MRT sekeren ini ya, bisa menghidupkan area yang hampir mati. oleh karena itu, transportasi umum tuh emang harus selalu diprovide oleh pemerintah. jangan berpikir semata2 buaya pembangunan dan subsidinya mahal, tapi lihat gimana efek ekonomi yang ditimbulkan dari situ.
Prabowo Subianto is centralising power, marginalising opposition and spending beyond Indonesiaโs means. He could undo 20 years of economic and political progress https://t.co/f80KbNbU6l