ASN apa nih jam 8.40 masih nongkrong di angkringan tongkrongan saya jam segini..
😭😭
Kerja lu jam 8.00-16.00 woyyyy..
Makanya Indonesia kek beginian..
Apa Kamis ASN WFA (Work From Angkringan?) 🫣😪
temen kantor gw mulai minum zinc pagi, magnesium malem, sama vitamin d pas sarapan krn disuruh psikolognya
dia jalanin literally 30 hari lurus
terus...... kepribadiannya berubah 180 derajat gak ada candaan
PETISI KERAS DAN KECAMAN RAKYAT SUMATERA KEPADA PLN
Atas Kegagalan Besar yang Menyebabkan Blackout Massal Sumatera 22 Mei 2026 Kami, Rakyat Sumatera yang Terzalimi, Menuntut.
PEMECATAN SEGERA DAN TIDAK HORMAT terhadap Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN Atau kami menuntut merdeka supaya tidak terjadi ketiga kalinya blackout listrik se-pulau sumatera, pilihan ada di tangan penguasa.
Cukup sudah!
Malam Jumat, 22 Mei 2026, seluruh Sumatera gelap gulita. Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jambi, lampung dan puluhan kota/kabupaten lainnya hampir seluruh pulau sumatera mati lampu secara serentak. Rumah sakit berjuang dengan genset, mall kelabakan, lalu lintas chaos, sinyal mati, air bersih terhenti, bisnis rugi miliaran, dan jutaan warga menderita. Ini bukan musibah alam semata, ini kegagalan sistemik yang berulang di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo
Mengapa Darmawan Harus Dicopot Sekarang?
* Rekor Kegagalan Berulang, Blackout Sumatera bukan yang pertama. Sudah berkali-kali transmisi PLN ambruk, tapi infrastruktur tetap rapuh, redundansi minim, dan pemeliharaan buruk. Sumatera kaya energi (batubara, gas, hidro, panas bumi), tapi rakyatnya sering gelap. Ironi memalukan!
* Kepemimpinan Gagal, Darmawan Prasodjo sudah bertahun-tahun memimpin PLN. Janji keandalan listrik, modernisasi grid, dan ketahanan bencana hanya omong kosong. Setiap kali blackout, dia minta maaf, janji perbaikan, lalu ulangi kesalahan yang sama.
* Abai terhadap Sumatera, Pulau yang jadi tulang punggung energi nasional diperlakukan seperti anak tiri. Sementara Jawa-Bali lebih prioritas, Sumatera dibiarkan rentan. Ini bentuk kelalaian berat yang merugikan jutaan jiwa
* Tidak Ada Akuntabilitas, Sudah saatnya budaya tak kenal mundur di BUMN diakhiri. Kegagalan berulang ini menunjukkan ketidakmampuan memimpin perusahaan sebesar PLN.
Kami Tuntut
1. Prabowo segera memecat Darmawan Prasodjo melalui RUPS dan menggantinya dengan figur kompeten yang punya track record keandalan listrik nyata.
2. Audit independen menyeluruh terhadap manajemen risiko transmisi PLN di Sumatera selama kepemimpinan Darmawan.
3. Ganti rugi kepada korban blackout (rumah sakit, UMKM, warga) dari kantong pribadi direksi jika terbukti kelalaian
4. Reformasi total sistem kelistrikan Sumatera agar tidak bergantung pada satu titik lemah transmisi.
Kata Terakhir Kami
Darmawan Prasodjo, mundurlah dengan hormat sebelum rakyat Sumatera semakin marah!
Stop jadi beban negara. Stop alibi bencana alam sementara infrastruktur Anda yang rapuh. Sumatera bukan tempat eksperimen kegagalan Anda.
Ini bukan sekadar mati lampu ini kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya!
Perwakilan rakyat sumatera
Indepensumatera
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar".
rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
“Bapak pahlawan ekonomi saya pak”😭😭🥺😔
Bayangin ya… S1 di Brown University, S2 di Harvard University pada masanya sepintar apa coba?! Balik ke Indo ngasih kontribusi ke negara dengan bikin 4 juta lapangan pekerjaan buat rakyat, lanjut memperluas kontribusi lagi di Pemerintahan, eh tau-tau DITUNTUT TOTAL 27,5 tahun untuk KASUS GAIB (pidana penjara 18 tahun, denda 1M (subsidair 190 hari), dan pidana tambahan uang. Pengganti (809M) dan 4.8T (subsidair 9 tahun) atas SEDERET DENGAN DAKWAAN 0 BUKTI!! kasus yang sampe sekarang publik aja masih bingung “ini barang buktinya mana?” 😭😭
btw ini jakarta lg darurat begal dan jambret, hati2 ya semuanya tiap bepergian hp simpan di tas aja. trs jaga2 selipin uang di sepatu kalian. ktp, atm, dll jgn disimpan di 1 dompet. kalian beli tas yg banyak compartmentnya aja, masukin barang penting di slot2 yg tersembunyi. be aware ya semua, hati2.
I hope you’re surrounded by people with sincere hearts and the purest intentions towards you — people who celebrate your happiness and genuinely want to see you win in life. aamiin🤍