Gunung Ireng di Patuk, Gunungkidul, bukanlah gunung api biasa. Ia adalah fosil gunung api purba yang aktif sekitar 20 hingga 25 juta tahun yang lalu. Tempat yang Anda pijak sekarang dulunya adalah pusat aktivitas magma di bawah permukaan laut.
Lalu Kenapa Batunya Hitam dan Keras?
Nama "Ireng" berasal dari warna batuannya yang hitam pekat. Secara geologi, ini adalah batuan Basalt. Batuan ini terbentuk dari magma yang mendingin dengan cepat. Karena teksturnya yang sangat keras dan masif, batuan ini lebih tahan terhadap pengikisan (erosi) dibandingkan tanah di sekitarnya, sehingga ia tetap berdiri kokoh membentuk bukit.
Kolom Kekar (Columnar Joint)
Salah satu fitur paling menakjubkan di Gunung Ireng adalah adanya Kekar Kolom. Jika Anda melihat bongkahan batu yang berbentuk kotak-kotak atau segi enam yang tersusun rapi seperti tiang atau ubin raksasa, itulah kekar kolom.
Penasaran kan bagaimana Terbentuknya?? Oke mimin jelaskan ya....
Bayangkan sebuah kolam magma panas yang mulai mendingin. Saat mendingin, magma tersebut menyusut atau mengerut. Karena penyusutan ini terjadi secara merata ke segala arah, batuan tersebut pecah secara alami membentuk pola geometris (biasanya segi lima atau segi enam).
Keberadaan kekar kolom ini menandakan bahwa di titik tersebut dulunya terjadi proses pendinginan magma yang sangat stabil dan perlahan di dalam perut gunung api atau aliran lava yang sangat tebal.
Selain kolom yang rapi, ada juga batuan yang berbentuk bulat-bulat besar seperti bantal yang bertumpuk. Ini adalah bukti otentik bahwa letusan Gunung Ireng terjadi di bawah laut.
Saat magma panas keluar dan langsung "disiram" oleh air laut yang dingin, permukaannya membeku seketika membentuk kulit bulat, sementara bagian dalamnya masih cair dan terus mendorong hingga membentuk gumpalan-gumpalan unik.
Gunung Ireng adalah bagian dari Formasi Nglanggeran. Jutaan tahun lalu, daerah ini merupakan deretan gunung api bawah laut yang sangat aktif (mirip seperti kondisi busur kepulauan di Maluku saat ini). Akibat pergerakan lempeng tektonik yang hebat, dasar laut ini perlahan terangkat menjadi daratan tinggi yang kita kenal sekarang sebagai Pegunungan Seribu.
Jadi kesimpulan Sederhananya adalah bahwa
Gunung Ireng adalah bekas pipa penyalur magma (leher gunung api) yang membeku di bawah laut. Pola kotak-kotak (kekar kolom) adalah jejak penyusutan magma saat mendingin, sedangkan bentuk bantal adalah bukti sentuhan langsung magma dengan air laut.
Met pg @kring_pajak ini kpn coretax akan jln normal kembali? Byk bgt ini pdf yg gagal di unduh?! Tgl pastinya kpn selesai maintenance? Faktur byk yg terlunta2 krn gagal unduh! Gak bs tuker faktur dan uang gk berputar. Lg season neh.. tolong kerja yg bener.