SIAPASIH YANG MILIH PEMERINTAHAN SETOLOL INI???? KARHUTLA UDAH 3BULAN GA PADAM PADAM, ASAP DIMANAMANA TAPI GAADA BERITA TV NASIONAL YANG NAYANGIN INI, madamin api aje 3bulan gabisa, tolol 02voters dan pemerintah lu semua anjeng
Presidennya pelanggar HAM. Wapresnya ga lulus SMA dan ga punya ijazah. Negaranya corrupt. Pejabatnya bodoh. Pemerintahnya ga guna. Rakyatnya miskin, menderita, tdk sejahtera, diabaikan, ditelantarkan
NEGARA MACAM APA INI ANJ
Helppp...udh ga sanggup beneran mau pindah negara 😭
Indonesian fresh graduates have to create impressive CV, go through the humiliating process of job-seeking, and pass 8 rounds of interviews just to support their families, but some people doesn’t even have to graduate high school to become the vice president.
Unbelievable.
Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma di luar negeri yang dapat dijadikan dasar untuk disetarakan dengan berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat sebagaimana dimaksud dalam norma Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf l UU Pemilu.
Berita Selengkapnya:
https://t.co/taCF3VeZv5
#MengawalKonstitusi
#salaMKonstitusi
#MKRI
DUGAAN KEKERASAN ABK MUARA BARU, JAKARTA
Sumpah jahat banget 😭
Itu sebegitu banyaknya orang cuma liatin dan malah video-in anjg!
Kalau ini beneran, tolong usut sampai tuntas!
BREAKING NEWS
LUKY AFIRMAN DI LANTIK PRABOWO JADI WAKIL MENTERI KEUANGAN
PERNAH DI COPOT PURBAYA KARNA LOLOSKAN ANGGARAN MOTOR LISTRIK MBG ZAMAN DADAN MBG
Ingat nama mereka. Rawat kisah mereka. Doakan mereka. Suarakan Kanjuruhan, agar nama-nama itu tetap hidup dalam ingatan dan luka yang ditinggalkan tak pernah dianggap selesai.
Today marks four years since the Kanjuruhan tragedy.
The disaster was triggered by excessive police use of tear gas, which violated FIFA’s stadium safety regulations during post-match clashes between Arema FC and Persebaya Surabaya. This led to mass panic and a deadly stampede as spectators rushed toward narrow, locked exits, causing severe asphyxiation, leaving 135 people dead and hundreds injured. It remains the second-deadliest stadium disaster in football history.