Dibanding nulis,
"Es kopi susunya enak banget."
Makin cakep nulisnya gini,
"Es kopi susunya creamy dan gak bikin enek. Manisnya pas. Pahit kopinya tipis-tipis nyenengin."
THE POWER OF DESKRIPSI.
Bikin tulisan lebih BERNYAWA.
Pro tips:
AKTIFKAN PANCAINDRA ✨
Contohnya gini 👇
Nge-tweet cuma buat ngeluhkan @Telkomsel yg sangat² kebangetan. Paket data 20 sekian GB, LTE tp up story aja menunggu jaringan. Ini satu dari sekian banyak dan sering LEMOTnya @Telkomsel . Ga habis pikir. Huft
Nabrak orang -> lanjut ngegas ampe keseret -> sampe beneran kelindes -> KABUR
And then come out with the audacity of calling it “TIDAK BISA DIHINDARI” oh yeah i guess you just like killing people huh its just naturally on your blood that it becomes something YOU CAN NOT RESIST!!
Heboh tiba² perkara beginian. Cuma mendengarkan mereka yg lagi heboh mendengarkan mereka cerita sambil berasumsi macem² tanpa membuktikan, asumsinya benar atau salah. Kasihan orangnya yg diomongin, ga tau apa², tiba² jd bahan ghibahan
Pertanyaannya, bisa ga klo kamu tau sesuatu tentang org di story mereka, ga usah di screenshot & disebar², klo menurutmu apa yg dia post salah, & kamu resah sama hal itu better diingatkan, bkn diem² screenshot terus di sebar². Klo ga bisa, yaudah diem aja. Ga usah action apa²
Hal yang sangat menyebalkan adalah, ketika kamu ngebahas sesuatu di luar forum, terus pas di dalam forum seseorang bilang "aku kemarin merencanakan seperti ini ...". Aku. Akuuu.
Hish
Astaga aku sebal dengan orang-orang yang sangat tidak menghargai waktu. Kene wes siap² biar tepat waktu eh kono malah "eh bentar ya" dg alasan yg tidak penting
Sedih banget rasanya saat orang masih memandang sebelah mata dan malah menganggap drama orang² yg sedang gangguan psikis. Dan itu di lingkungan terdekat
Tim BK: "diajakin aja, krn dg dia ga diajak, dia bakal merasa lebih tidak dianggap lagi, kepikiran lagi, kumat²an lagi."
Timkes: "tidak direkomendasikan utk ikut karena gimana klo nanti disana sesaknya kambuh."
Si anak yg sesak bukan karena sakit fisik tp krn psikisnya 😪