Jadi tembok Fisipol UGM ditempeli poster-poster tentang pelecehan seksual di lingkungan kampus.
Sesuai kan sama yang saya tulis di sini?
https://t.co/cjIsaJgWjD
So yes, mas mbak om tante dek kek nek, pelecehan seksual emang bukan perkara pendidikan.
Ya karena living experience laki2 dan perempuan beda.
Ini gambar beda fokus laki2 dan perempuan kalau lihat jalan yang gelap. Laki2 bisa nyantai liat lurus doang, perempuan harus selalu scanning ada bahaya atau nggak.
Siapa yang nggak capek kalau harus terpaksa kaya gitu?
Aduhhh paspor kuat itu bukan sekadar liburan
Pikirkan:
- Profesional yang mau business trip
- Pengusaha yang mau ketemu buyer
- Atlet dan seniman yang diundang tampil atau bertanding
- Pekerja dan diaspora yang mau cari kerja atau mengembangkan karier di luar negeri
- Mahasiswa dan peneliti yang mau ikut konferensi atau kuliah ke luar negeri
Kasian loh, kalau misal mereka mau ke luar negeri tapi visanya dipersulit bahkan ditolak.
Gue punya kenalan seorang dosen yang visanya dipersulit di US.
Gara-gara ada nama ARAB dan PEJUANG ISLAM di nama lengkapnya.
Padahal, dia mau postdoc di situ.
hospital playlist had so many actors with theatre and musical backgrounds, both among the main cast and the supporting cast, and their performances were so good 🥹 you could really see that experience in the way they delivered their lines, expressions, and emotions, with so much control without ever making anything feel forced. and when you combine that with shinlee’s writing and directing, everything just came together so beautifully. it really was such a special cast and such a special drama 🫂
Admin JetZ lagi dirujak di sebelah 😭🙏
Jadi admin JetZ bilang, kalo JetZ itu bacanya "jets". Padahal di ingatan kolektif masyarakat milenial, sejak kecil mereka yakin bahwa JetZ itu bacanya "jetzet".
Sampai akhirnya Joshua Suherman, artis voice overnya, turun tangan klarifikasi 😭🙏
KPU admits it never directly verified Gibran Rakabuming Raka’s educational credentials with the education office during his 2024 vice presidential bid.
(https://t.co/MZ880og9nq)
MOCH. SUBCHI AZAL TSANI (BECHI)
Terpidana kasus kekerasan seksual yang dapat pembebasan bersyarat 🤬
- Putra pendiri pesantren, jadi pengajar & wakil rektor di pesantren milik keluarga (Jombang, Jatim)
- Tersangka sejak 2019 atas laporan kekerasan seksual terhadap santriwati di pesantren milik keluarganya
- Korban menyebut kekerasan berlangsung bertahun2 sejak usia 15, termasuk pemerkosaan, pemaksaan, penyekapan, & intimidasi setelah mencoba kabur
- Ayah pelaku sempat menolak penyerahan anaknya ke polisi & menyebut perkara “fitnah keluarga”
- Ibu pelaku minta korban cabut laporan dengan alasan “tidak ada apa2, urusan keluarga”
🤬🤬
- Status DPO berbulan2 karena dilindungi keluarga & pendukung
- Ditangkap Juli 2022 setelah pengepungan besar2an
- Pemerintah sempat cabut izin operasional pesantren, tetapi kemudian dikembalikan
- Sidang tertutup, tapi korban diperiksa berjam2 dengan pertanyaan yang menyakitkan (reviktimisasi)
- Saksi/korban sempat diintimidasi & satu saksi dilaporkan dianiaya pendukung (LPSK turun tangan)
- Jaksa menuntut 16 tahun untuk perkosaan, tapi hakim menolak Pasal 285 (pemerkosaan) & memakai Pasal 289 (pencabulan)
- Sidang di PN Surabaya memvonis 7 tahun penjara (November 2022), tuntutan jaksa sebelumnya 16 tahun, vonis dikuatkan di tingkat banding (Februari 2023)
- Para korban & pendukung menilai hukuman terlalu ringan
🤬🤬🤬
- Dapat pembebasan bersyarat 15 Agustus 2025 karena Kementerian Imigrasi & Pemasyarakatan menyatakan ia sudah jalani 2/3 masa pidana berkat remisi
- Seharusnya, tanpa remisi, 2/3 hukuman baru tercapai sekitar Maret 2027 & hukuman penuh berakhir 2029
- Karena statusnya belum bebas murni, diwajibkan untuk melapor secara berkala setiap bulan hingga tahun 2028 untuk memastikan tidak melakukan pelanggaran hukum atau tindak pidana lagi selama masa percobaan
- Para korban & saksi (yang dilindungi LPSK) mengaku tidak diberi tahu soal pembebasan ini, terkejut & marah
- Mereka & pendamping menilai ini merugikan hak korban
- Beberapa mantan santri menyampaikan tuduhan kekerasan seksual tambahan yang tidak masuk vonis utama
🤬🤬🤬🤬
- Pembuktian di pengadilan memihak standar lama, bukan pengalaman korban
- Unsur perkosaan dinilai “tidak terbukti” antara lain karena visum dilakukan belakangan (2019 untuk peristiwa 2017)
- Standar itu mengabaikan kenyataan banyak korban kekerasan seksual di lembaga tertutup baru berani lapor bertahun2 kemudian
- Hakim tetap mengakui ada perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, tetapi menurunkan kualifikasi hukumnya
- Pemerkosaan, penetrasi, pemaksaan seksual dikecilkan menjadi “cabul”
- Alasan hakim meringankan vonis = bias gender
- Hakim meringankan karena pelaku “masih muda”, tulang punggung keluarga, punya anak kecil, sopan di sidang, belum pernah dihukum
- Kebutuhan anak laki2 pelaku ditimbang lebih besar daripada penderitaan jangka panjang anak perempuan korban
- Status tokoh agama disebut memberatkan, tetapi tidak dibuktikan dengan vonis maksimal
- Komnas Perempuan menyebut pola di pesantren: patriarki dibungkus agama, tokoh dikultuskan, kepatuhan diminta mutlak, korban diancam jika bicara
🤬🤬🤬🤬🤬
Ini contoh kasus kekerasan berbasis gender yang ditopang hierarki agama, keluarga, massa, & negara. Korban diminta diam demi nama baik lembaga. Ketika mereka bicara, hukum turunkan kualifikasi kejahatan, beri vonis ringan, potong masa tahanan, pulangkan pelaku, ga ada pemberitahuan layak kepada para perempuan yang jadi korban, yang alami trauma mendalam.
SEMOGA KAU SEGERA KENA KARMA BURUK DI DUNIA & MEMBUSUK NANTI DI NERAKA TERDALAM.
Jurnalisme menunjukkan bahwa ia diperlukan oleh masyarakat. @BBCIndonesia melakukan investigasi soal kekerasan seksual di pesantren Abul Barokat Wannafahat, Pulau Lombok. Ini kerja jurnalistik yang terhormat termasuk keberanian beberapa santri buat mencari kebenaran.
@BBCIndonesia Inilah efek dari mengkultuskan tokoh agama yg notabenenya hanya manusia. Masih punya nafsu ( gak kontrol diri ), msh punya salah, tapi dianggap sbg orang suci. Berbuat kejahatan pun msh ttp dipuja.
MENOLAK LUPA.
Kejadian mengerikan yang terjadi pada 22 September 2025.
Putri Ambarita
Dipukuli karena melindungi adiknya yang disabilitas dari serbuan 150 orang yang di duga suruhan TPL.
Kepala adiknya robek.
Putri dipukul di kepala, punggung, kaki, sampai dia linglung dan harus terapi psikolog.
Salahnya apa?
Salah Putri karena Mempertahankan tanah leluhurnya dari 11 generasi yang diklaim jadi kebun eukaliptus.
Hari ini dia masih trauma.
Tapi pelaku masih bebas.
Yuk viralkan sampai Putri dapat keadilan 🙏🏼
Jokowi datang ke tenda pengungsi Pulau Palue bersama anaknya yg jg ketua partai, sebulan setelah gempa. Prabowo di hari yang sama duduk di meja bundar Hambalang, “menjawab” wartawan dan podcaster pilihan selama 3,5 jam.
Satu naik kapal kayu, pakai kain adat, dengar keluhan air bersih dan lampu mati, menginap, lalu pergi. Satu duduk di studio, kamera diatur, pertanyaan disaring, lalu menyatakan “kita tidak gagal, MBG dan Kopdes salahnya apa?”
Gaya memang beda. Jokowi jual kedekatan. Prabowo membuat panggung terkontrol. Tapi substansinya sama, kunjungan dan pidato sebagai ganti sistem yang tidak bekerja. Warga Palue tetap di tenda. Program-program tetap jadi bahan pembenaran, bukan evaluasi.
Jangan tertipu kemasan. Tenda gelap atau meja hijau, keduanya komunikasi kekuasaan. Bukan pertanggungjawaban. Dan kursi Prabowo tidak jatuh dari langit. Ia produk dari struktur yang Jokowi kunci. Gaya bisa diganti. Dampaknya ke rakyat tidak.
Masalahnya, sampai kapan rakyat Indonesia bisa ditipu?
Dulu ada kandidat pasangan presiden-wapres yg mau bangun 40 kota setara ultra-privileged Jakarta.
Dulu terlihat tidak realistis ya, sejak ada embege, kdmp, biaya ini-itu di pemerintahan sekarang yg boros dan gak tepat sasaran, ide 40 kota setara Jakarta sangat bisa dieksekusi.
Ini adalah satu buku penting buat yang mau tau ikan pasar di Indonesia tapi ga tau namanya. Buku ini berisi deskripsi, foto, dan nama ikan dalam bahasa Indonesia serta Inggris. Gila ini bagus banget woi. Bukunya bisa diunduh gratis juga.
https://t.co/qfR5y4BTIC
Ini gara-gara kalian cuma pengen liat diri sendiri dalam art style Ghibli Studio dan mau seakan-akan living in the 80s btw. Sadar ga sih seberapa konyol hal itu demi lonjakan harga ga masuk akal itu ^_____^
Illustrator exists. Artist exists. Photobashing exists. OMG DO SOMETHING