โซ
Peka akan gerak-gerik mu yang jelas terlihat cukup terkejut atas kehadirannya di depanmu, seringai tipis pun menghiasi durjanya.
โItu adalah bagian dari pertanyaanku, Kentara.โ Ujarnya.
โซ
Tentu ia berbeda, faktanya bahwa ia bukanlah seorang manusia mungkin ini pertama kalinya kau melihat sang bintang fajar.
โKeberatan untuk memberitahuku soal perbedaannya, Sayang?โ Tanyanya seolah-olah tidak tahu.
โซ
Ia menatapmu dengan tatapan yang menunjukan kebingungan sebelum bola matanya menatap ke arah buku yang di genggamnya, lantas mengangguk sambil menunjukan buku yang kau maksud, โBuku ini maksudmu?โ
โซ
His hellfire eyes studied you with deliberate sensuality and was set in a face almost indescribably beautiful.
Lips curved as he stalked forward like the king of all predators, his fingers landed in your delicate brownish-black mane, โwhy are you stunned, Lady ?โ
โซ
Oh, sekarang ia berhadapan dengan sang hawa bersifat kekanak-kanakan yang rela berdebat demi sebuah roti, lucu sekali.
Lantas maniknya dengan tajam melirik ke arahmu sambil mengeluarkan gerak tawa tipis, โambil lah.โ Ujarnya dengan tangan yang terulur memberi roti.