I know this might sound harsh, but that was genuinely one of the biggest managerial disasterclasses I've ever seen.
This man called up 4 wingers and 3 strikers, only to bench all of them and start the opening World Cup game with a 5-3-2 that he hadn't used even once during the friendlies. He benched all of his forwards and lined up with 5 defenders and 5 midfielders against Sweden.
It gets worse. He played a defensive full-back who is basically a hybrid CB profile like Kounde for example and he played him as a wing-back, used our backup left-back, who arguably didn't even deserve a call-up, as a left centre-back, and after going 2-0 down by halftime, he didn't make a single substitution until the 72nd minute.
And when the changes finally came, they somehow made even less sense.
He brought on a central midfielder to play wing-back, and a left winger to play on the right, and then took off both of his defensive midfielders for an attacking midfielder and a striker. We literally finished the game with a double pivot made up of two number 10s.
I'm serious when I say this is the kind of squad management you wouldn't even see in FIFA Career Mode.
We've faced teams like England, Belgium, France, and Spain at World Cups before. We've always been underdogs. Yet somehow, our biggest defeat in World Cup history came against Sweden.
That alone should tell you everything you need to know about how badly this game was handled.
I know most of you probably don't care about Tunisia's tactical disasters, but I just needed to get this off my chest.
🚨💣 BREAKING: Aurélien Tchouaméni & Fede Valverde got into ANOTHER FIGHT TODAY and it was WORSE than yesterday.
Fede Valverde had to go to the HOSPITAL.
The club is now holding an EMERGENCY meeting to consider taking ACTION. @marca
🚨💣 BREAKING: Aurélien Tchouaméni & Fede Valverde got into ANOTHER FIGHT TODAY and it was WORSE than yesterday.
Fede Valverde had to go to the HOSPITAL.
The club is now holding an EMERGENCY meeting to consider taking ACTION. @marca
Semoga TS segera mendapatkan kesembuhan. Doa yang terbaik dari kami.
Masalah jam kerja ini betul betul mengkhwatirkan.
Sudah kami peringatkan ya @KemenkesRI.
Mana janji regulasi jam kerjanya? Omon omon sekali.
DECLAN RICE:
He is not a Regista (controls the tempo from deep) e.g Andre Pirlo and Jorginho.
He is not a Deep-lying play maker (start attack from deep) e.g Xabi Alonso and Sergio Busquets.
He is not a Box to Box (covers both defensive and attacking areas) e.g Steven Gerrard and Yaya Toure.
He is not a Defensive Midfielder (destroyer/Ball winner who protects the defence and break up attacks) e.g Ngolo Kante and Casemiro.
He’s not an Advanced play maker (creative midfielder) e.g Bruno Fernandes and Kevin De Bruyne.
He’s not a Mezzala (an attacking central midfielder who drifts into half spaces to support attack) e.g Paul Pogba and Claudio Marchisio.
He’s not a Carrilero (a midfielder who covers wide spaces and supports both full backs and midfield) e.g Arturo Vidal.
He’s not a Trequartista (Operates between midfield and attack with freedom) e.g Francesco Totti.
He runs the whole field busy doing nothing. Just burning calories.
Hiding Midfielder.
Ini bukan translate ya, hanya mencoba memahami Cara kerja Teorema Bayes
Bayangkan keyakinan kita itu seperti timbangan.
Di satu sisi ada apa yang sudah kita percaya.
Di sisi lain ada bukti baru.
Teorema Bayes adalah cara berpikir yang membantu kita menentukan:
'Seberapa besar kita harus percaya sesuatu, setelah melihat bukti baru'.
Intinya sederhana:
'Keyakinan itu bukan tetap. Keyakinan itu bisa berubah.'
Konsep dasar dalam bahasa sederhana
Ada 2 komponen utama:
1. Keyakinan awal (Prior)
Ini adalah apa yang sudah kita percaya sebelumnya.
Misalnya:
“Merokok tidak berbahaya.”
“Madu hutan pasti lebih sehat.”
“Saya jarang sakit, berarti tubuh saya kuat.”
Ini adalah titik awal.
2. Bukti baru (Evidence)
Ini adalah informasi baru yang kita temukan.
Misalnya:
Ada penelitian yang menunjukkan merokok merusak paru-paru.
Ada jurnal ilmiah tentang manfaat madu.
Ada hasil cek kesehatan terbaru.
Cara kerja Bayes (analogi sederhana) begini
Bayangkan Anda percaya sesuatu 60% benar.
Lalu datang bukti baru yang kuat.
Sekarang keyakinan Anda mungkin berubah menjadi:
70% benar
atau 80% benar
atau malah turun jadi 30%
Artinya:
'Keyakinan kita selalu diperbarui berdasarkan bukti'
Bukan hitam putih. Tapi naik turun seperti angka probabilitas.
Contoh nyata sehari-hari
Contoh 1:
Mendengar suara di malam hari
Keyakinan awal:
“Mungkin itu kucing.” (70%)
Lalu Anda dengar suara manusia bicara.
Keyakinan berubah:
“Mungkin itu orang.” (sekarang 80%)
'Bukti baru → keyakinan berubah'
Contoh 2:
Produk kesehatan
Keyakinan awal:
“Madu hutan bagus untuk kesehatan.”
Lalu Anda baca:
1 penelitian → keyakinan sedikit meningkat
10 penelitian → keyakinan semakin kuat
100 penelitian → keyakinan menjadi sangat kuat
Bukti menambah kekuatan keyakinan.
Inti paling penting dari Teorema Bayes
"Orang rasional bukan orang yang selalu benar.
Orang rasional adalah orang yang bersedia memperbarui keyakinannya ketika ada bukti baru.
Bukan keras kepala".
Rumus sederhana dalam bahasa bayi
Bayes mengatakan:
Keyakinan baru = keyakinan lama + bukti baru
Semakin kuat bukti → semakin kuat keyakinan
Semakin lemah bukti → keyakinan tidak banyak berubah
Kenapa ini penting dalam hidup
Karena banyak orang:
Percaya sesuatu tanpa bukti
Atau menolak bukti karena ego
Bayes mengajarkan:
Orang pintar bukan yang selalu benar.
Orang pintar adalah yang mau mengubah pikirannya ketika bukti berubah.
Ini bener. Kalo jalan ke luar negeri memang harus bikin itinerary detail sampe transport, dll. Cari hotel deket stasiun, cek rute tujuan dr stasiun terdekat costnya berapa, cari yg cost termurah. Ini memudahkan bgt saat traveling.
Tp klo domestik mana pernah dibuat gini 😂
Innalilahi wa innailaihi raaji'un, turut berdukacita atas meninggalnya Om Herry hari ini..
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ 🤲🏻