Adik sepupuku yang lagi hamil 8 bulan tiba-tiba nge-chat minta minjem baju newborn anakku buat persiapan bayinya lahir.
Katanya, "Kak, boleh pinjam baju newborn-nya nggak? Nanti aku cuci bersih terus balikin."
Jujur, aku sempat diem dulu sebelum bales.
Soalnya baju-baju itu aku pilih sendiri waktu hamil. Nyari yang bahannya nyaman, nggak bikin alergi, dan ukurannya pas buat bayi baru lahir.
Sekarang anakku memang sudah 14 bulan, jadi bajunya udah nggak dipakai lagi. Tapi bukan berarti aku siap buat minjemin.
Aku pernah punya pengalaman kurang enak. Dulu sempat minjemin baju bayi ke saudara lain, tapi pas balik jumlahnya nggak lengkap. Yang kembali pun kondisinya udah melar dan warnanya pudar.
Akhirnya aku balas baik-baik.
"Maaf ya Dek, bajunya memang udah nggak dipakai, tapi aku masih pengen simpan buat nanti kalau adiknya lahir. Kalau lagi cari baju newborn, sekarang banyak kok yang harganya terjangkau di marketplace atau bisa cari yang preloved, kondisinya juga masih bagus."
Sayangnya dia kelihatan kecewa. Bahkan sempat bilang aku pelit karena bajunya juga sudah nggak dipakai.
Aku cuma jelasin kalau ini bukan soal pelit. Aku cuma ingin menjaga barang yang memang masih ada rencana buat kupakai lagi. Pengalaman sebelumnya juga bikin aku lebih hati-hati kalau meminjamkan barang.
Menurutku, menolak permintaan orang lain bukan berarti kita nggak sayang. Kadang itu cuma bentuk menjaga batas dan menghargai barang yang kita punya. Jadi kalau memilih bilang "nggak", rasanya juga nggak perlu merasa bersalah.
memeluk erat semua perempuan; ibu, istri, anak, kakak, adik. yang seringkali mau teriak minta tolong tapi tahu kalau keliatan ngeluh dikit aja akan dihujat sama sekitar. yang seringkali harus nelen mentah-mentah apa yang dirasain karena terpaksa kuat 💔🫂
Turut berduka cita untuk Nenek nya J-Hope dan terima kasih karna tetap menyelesaikan konser nya dengan sangat baik. We love you and stay strong untuk J-Hope dan keluarga🥹💜
thread update kasus FH UI:
Gambar 1: Ini adalah tampang 16 pelaku pelecehan seksual verbal dan objektifiksasi terhadap perempuan di FH UI. Ini adalah moMen ketika mereka disidang oleh forum mahasiswa dan live di tiktok.
Gambar 2: Ibu yang berpakaian batik dan dipeluk menjadi salah satu korban yang dilecehkan para pelaku di grup chatnya. Beliau adalah salah satu dosen di FH UI. Beliau saat forum bilang “pas saya lihat chatnya, saya kaget ada nama saya”.
pas 14 pelaku KS FHUI lainnya menyusul, cewe cewe bahkan sampai naik ke panggung, merinding lihatnya mereka lagi memperjuangkan haknya, dan beberapa dari mereka berbicara dengan nada gemetar didepan orang yang ga mereka kira bahkan jadi pelaku ks 😭💔
gue harap kedepannya ga ada lagi perempuan dan anak perempuan yg harus menderita sepanjang hidupnya, karna ketidakbecusan satu laki-laki yg mereka panggil suami atau ayah.