Banyak orang terobsesi dengan AI, tapi lupa aset paling berharga mereka: pengetahuan yang tersimpan berantakan.
Ini adalah isi Obsidian Vault milik Andrej Karpathy, otak di balik perusahaan bernilai jutaan dolar.
Sementara itu, kebanyakan vault kita dipenuhi catatan mati, ide yang terlupakan, dan ribuan note yatim yang tidak pernah terhubung ke apa pun.
Seorang pengguna berhasil menghidupkan kembali lebih dari 5.000 catatan mati hanya dalam 20 menit menggunakan Claude.
Hasilnya, seluruh jaringan pengetahuannya berubah dari tumpukan catatan acak menjadi sistem yang saling terhubung dan jauh lebih berguna.
Berikut 5 prompt Claude yang dipakainya untuk membersihkan, menghubungkan, dan menghidupkan kembali Obsidian Vault secara otomatis. Thread lengkapnya di bawah. ๐
Dia tidak membangun startup. Tidak menjual produk. Bahkan tidak menjadi Elon Musk.
Dia hanya berpura-pura menjadi Elon Musk dengan AI selama 4 jam, lalu menghasilkan $4.356 dari orang-orang yang tahu itu semua palsu.
Seorang pria 24 tahun dari Texas mengubah dirinya menjadi Elon Musk menggunakan Claude dan menayangkannya lewat livestream TikTok.
Awalnya cuma eksperimen iseng.
Dengan biaya sekitar $20 untuk Claude, penampilannya berubah secara real-time menjadi versi AI dari Elon Musk yang bisa berinteraksi langsung dengan penonton.
Yang terjadi setelahnya benar-benar di luar prediksi.
Penonton menyukai karakter tersebut dan mulai mengirim gift serta donasi tanpa henti. Menariknya, tidak ada yang merasa tertipu. Semua orang sadar bahwa yang mereka lihat adalah AI.
Hasil akhirnya:
โข $4.356 pendapatan dalam 4 jam
โข Puncak penonton: 11.430 orang
โข 186.580 likes
โข 65.000+ follower baru
Pelajaran menariknya, internet tidak selalu memberi imbalan pada sesuatu yang nyata.
Kadang yang dibayar mahal adalah pengalaman yang cukup menghibur untuk membuat orang tetap menonton.
PEKERJAAN PALING ANEH DI ERA AI MUNGKIN BUKAN NGODING TAPI MENCUCI PIRING.
Seorang ibu rumah tangga berusia 25 tahun di Chennai menghasilkan sekitar โน250 per jam (sekitar $3) hanya dengan melakukan pekerjaan rumah yang memang sudah ia kerjakan setiap hari.
Tidak ada skill teknis. Tidak ada gelar khusus.
Ia cukup memasang ponsel di kepalanya, lalu merekam aktivitas dari sudut pandang orang pertama: membuat kopi, memotong buah, melipat pakaian, membersihkan rumah, dan berbagai tugas sehari-hari lainnya.
Video-video tersebut kemudian dikirim ke perusahaan AI yang sedang melatih robot humanoid agar mampu memahami dan menjalankan pekerjaan dunia nyata seperti manusia.
Dalam sehari, ia bisa merekam lebih dari 90 klip.
Alasannya sederhana:
โSiapa lagi yang mau membayar โน250 per jam hanya untuk pekerjaan rumah?โ
Yang menarik, ini bukan kasus tunggal.
Ribuan orang di India kini menjadi bagian dari ekonomi gig baru yang nyaris tidak ada beberapa tahun lalu: merekam kehidupan sehari-hari untuk mengajari robot cara melihat, bergerak, dan bekerja seperti manusia.
Dulu pekerjaan rumah dianggap aktivitas yang tidak menghasilkan uang.
Sekarang, aktivitas yang sama sedang berubah menjadi data. Dan data itu menjadi bahan bakar bagi generasi robot berikutnya.
Ironisnya, sebagian robot masa depan mungkin belajar cara bekerja langsung dari rekaman orang-orang yang bahkan tidak pernah menyentuh satu baris kode pun.
Claude Fable 5 baru saja melakukan sesuatu yang bahkan nggak gue ekspektasi.
Gue memintanya membuat sebuah model edukasi yang bukan cuma bisa dijelaskan secara teori, tapi juga bisa langsung dieksekusi, dimodifikasi, dan diintegrasikan ke software desain seperti AutoCAD dan tools engineering lainnya.
Bukan sekadar konsep atau diagram statis. Model ini dibuat agar bisa dipelajari, diedit, diuji, lalu dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Dan hasil yang diberikan Claude Fable 5 benar-benar di luar dugaan.
๐ Ini hasilnya
Kebanyakan orang salah pakai Claude.
Mereka terus menulis prompt baru setiap hari, padahal masalahnya bukan di prompt. Masalahnya Claude tidak punya konteks tentang siapa lo, bagaimana cara lo bekerja, dan hasil seperti apa yang lo inginkan.
Solusinya sederhana: bangun โotak keduaโ untuk Claude sekali saja.
Buat satu folder khusus yang berisi:
โข About Me โ siapa lo dan cara lo berpikir
โข Templates โ format kerja yang sering dipakai
โข Outputs โ contoh hasil terbaik yang pernah lo buat
Lalu hubungkan folder itu ke Claude melalui Cowork.
Setelah itu:
โข Gunakan model terbaik untuk tugas kompleks
โข Aktifkan mode Thinking dan Effort tinggi
โข Simpan gaya penulisan, preferensi, dan informasi perusahaan lo dalam file terpisah
โข Biasakan berbicara ke Claude, bukan hanya mengetik
โข Simpan hasil terbaik sebagai template agar bisa dipakai ulang
Hasilnya?
Claude tidak lagi memulai dari nol di setiap chat. Ia memahami konteks, gaya kerja, dan standar yang lo inginkan sehingga jawabannya terasa jauh lebih personal dan konsisten.
Satu folder. Tiga file utama. Setup sekali, manfaatnya terus dipakai untuk semua pekerjaan berikutnya.
Claude Fable 5 Ternyata Jauh Lebih Besar dari yang Orang Kira.
System prompt-nya baru saja bocor ke publik.
Lebih dari 120.000 karakter instruksi internal mengungkap satu fakta menarik: Claude bukan hanya model AI untuk ngobrol.
Di balik layar, ia berjalan sebagai agent system lengkap yang memiliki aturan, workflow, kemampuan menggunakan tools, dan proses pengambilan keputusan yang jauh lebih kompleks dibanding chatbot biasa.
Kebocoran ini memberi kesempatan langka untuk melihat โotakโ salah satu sistem AI paling canggih di dunia saat ini.
Prompt lengkapnya bisa ditemukan di sini
๐จ JUST IN: Lampu di jalanan mulai dimatikan. Mau jadiin #IndonesiaGelap beneran yah inii?!
Mahasiswa BEM UI menarik mundur dari titik aksi #demo. Digantikan oleh mahasiswa dengan almameter berwarna Hijau & Biru (Pls info ini dari kampus mana)
Panjang Umur Perjuangan ๐๐ป
Demo di Bundaran HI itu bukan sekadar pindah lokasi, tapi pindah strategi. Bukan lagi mengejar gedung kekuasaan, tapi mengejar arus perhatian. Di tengah lalu lintas manusia dan kamera, pesan jadi lebih mudah menyebar, media lebih cepat melirik, dan sosial media ikut mengangkatnya.
Pada akhirnya, tujuan demo bisa tercapai bukan hanya dari tekanan langsung, tapi dari seberapa luas isu itu jadi sadar publik.
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
18.11, sebagian anak UI pulang sepertinyaa.. tapi masih terpantau padat dengan massa yang lain.
Lebih baik pulang sebelum hilang! terima kasih banyak untuk semangatnya hari ini
Walau kita tahu PRESIDEN KITA BUDEG
ccthread: ayuchaira