kembali.
Meski demikian, waktu bukanlah musuh. Ia adalah guru yang paling setia, yang mengajarkan arti kehilangan agar kita menghargai keberadaan.
Dan suatu hari, ketika rambut mulai memutih, kita akan menatap jejak-jejak yang ditinggalkannya, lalu tersenyum, karena
Ada mimpi yang tumbuh diam-diam,
di balik kesederhanaan hari-hari biasa,
yang terus hidup meski berkali-kali
dihadang oleh keraguan dan kegagalan.
Mimpi adalah api kecil,
yang kadang hampir padam diterpa angin,
namun selalu menemukan alasan
untuk kembali menyala.