Terimakasih, Tuhan. Engkau mempertemukanku dengan seseorang yang dengan tegas melihat kelemahanku dan dengan dialah Engkau membimbingku. Sungguh, ini adalah hadiah yang tak bisa dinilai dengan apapun.
Jimbaran, 31 Oktober 2025
Aku dan kamu yang setelahnya kusebut kita. Aku yang seakan sudah menyerah sedangkan sapamu tetap saja ramah, layaknya dua diksi yang tak kunjung jadi puisi.
Jimbaran, 21 Mei 2025
Sungguh, aku mencintaimu. Tapi jika bersamaku kemudian lenyap senyum yang selalu aku nantikan itu, lebih baik aku cukup mencintaimu aja. Sungguh.
Jimbaran, 30 April 2025
Jika kamu merasa kerdil diantara mereka yang duduk semeja denganmu, mungkin kamu bergaul dengan orang yang salah. Atau justru mindsetmu yang mesti ditata sedikit.