waking up in indonesia nowadays basically means preparing yourself for another heartbreaking piece of news. truly feels like no one is safe from the government’s tyranny anymore. not humans, not animals, not even plants. at this point, does anything even get to live in peace?
Indonesia jadi salah satu negara yang paling berbahaya untuk dihuni manusia karena simply pemerintahnya inkompeten & korup. Negara rawan bencana anggarannya dipotong buat bikin bancakan sama kroninya.
🚨Menurut MAGMA Indonesia (PVMBG Badan Geologi), saat ini yang Siaga Level III:
1. Anak Krakatau (Lampung)
2. Lewotobi Laki-laki (NTT)
3. Merapi (DIY-Jateng)
4. Semeru (Jatim)
5. Sinabung (Sumut)
Belum ada yang Level IV (Awas). Status bisa berubah kapan saja.
Cek update resmi di https://t.co/HO4uSMHLSR, jangan percaya info liar. Stay safe semuanya. Doakan yang tinggal di sekitar gunung.🙏
Masalah agraria di Kalimantan itu kompleks gak bisa cuma beli hutan doang terus selesai.
Ide-ide populis yang kayak gini bisa bikin lupa tujuan masyarakat, yaitu nge-press Pemerintah.
Indonesia dulu pernah punya Kepala Humas BNPB yg gercep banget nginformasiin mengenai bencana alam di Indo walau lagi sakit kanker.
sekarang kita tau informasi bencana alam dan penanganan abu vulkanik anak Krakatau dari Twitter.
Presiden sama wakil rakyat kita beneran gada guna
Gua sebel kalo ada yg bilang, "ini tuh bencana, jangan dikit² nyalahin presiden atau pemerintah/pejabat". Yg bener aja njir, yg dipermasalahin tuh kehadiran pemerintah dalam mitigasi, anggaran bmkg aja dipangkas sampe update e terlambat, penanganan after bencana juga ga jelas
Dari lapangan, bantuan terus bergerak untuk warga, Relawan Humanies meneruskan bantuan untuk warga yang membutuhkan di Desa Satar Punda Barat 🤝
Simak prosesnya di video ini 💙
Mount Anak Krakatau’s volcanic plume reportedly extends up to 900+ km westward from the volcano.
Volcanic ash from the eruption would reach Bali if winds blow eastward.
SIGMET Volcanic Ash:
- Anak Krakatau, Lampung (Siaga)
- Semeru, Jawa Timur (Siaga)
- Ili Lewotolok, NTT (Waspada)
- Dukono, Maluku Utara (Waspada)
- Ibu, Maluku Utara (Waspada)
Level Siaga lainnya:
- Lewotobi Laki-laki, NTT
- Merapi, Jawa Tengah
- Sinabung, Sumatera Utara
Seekor mentilin terlihat kebingungan di kawasan terdampak karhutla di Bangka Belitung, (4/9).
🥺🥀
Hutan adalah rumah mereka. Tempat nyari makan, berlindung, dan bertahan hidup.
Sekali hutan yg kebakar, kehidupan di dalemnya pasti ikut terancam.
Ini baru seekor mentilin. berapa banyak satwa lain yg udah kehilangan tempat hidupnya?
Mau sampe kapan pemerintah sibuk memadamkan api setelah kebakaran terjadi?? sementara perlindungan hutan dan pencegahannya terus dipertanyakan?
Karhutla itu ga cuma soal lahan yang kebakar!!
Ada ekosistem yang dihancurkan.
Ada satwa yang jadi korban.
Dan ada tanggung jawab negara yang gak boleh berhenti di sirene pemadam kebakaran.
🎥 alobi_foundation
#SalingJagaWarga
BREAKING
Anak Krakatau masih Siaga, Level III.
Tadi malam sampai dini hari masih erupsi. Ada yang keliatan kolom abunya sekitar 300 meter, ada yang cuma ke-record di seismograf.
Statusnya udah Siaga dari 2 Juli, jadi ini bukan tiba2 meledak besar banget.
Masih fluktuatif.
Himbauan buat jangan deket2 radius 3 km dari kawah.
Nelayan, wisatawan, kapal, jangan nekat.
Erupsi ≠ tsunami.
Jangan langsung dikaitin ke 2018. Beda kondisi, beda tinggi gunungnya.
Jangan panik, tapi jangan bandel juga.
Kalo ada video “letusan dahsyat dari kapal” atau angka ketinggian selangit, jangan langsung sebar.
Cek MAGMA/Lembaga resmi/Media Kredibel dulu sebelum menyebarkan ulang.
Saling jaga.
Saling berkabar situasi.
Jangan menebar kepanikan.
Stay safe warga pesisir Selat Sunda.
#SalingJagaWarga
UPDATE AKSI
Aksi solidaritas warga Malaysia untuk Indonesia.
Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan penanganan kabut asap/jerebu yang berdampak pada warga dan lingkungan.
Kebijakan pemerintah Prabowo menjadi bagian dari persoalan yang perlu dikritisi dan dipertanggungjawabkan.
ALL EYES ON INDONESIA
PRAY FOR KALIMANTAN
En la isla de Bormeo, en Indonesia, una madre orangután y su pequeño hijo deambulan por tierra arrasada buscando algo de comer, después de que su hábitat natural haya sido destruido para plantar aceite de palma.
Esta imagen apocalíptica define a donde nos lleva el capitalismo, hay que escoger entre la destrucción del mundo para que unos pocos se llenen los bolsillos o salvar al planeta tomando los medios de producción para acabar con esta barbarie.