Teman-teman, kami paham banyak yang merasa belakangan ini lebih sering melihat whitelist NFT, waitlist, atau campaign basic dibanding airdrop yang langsung menghasilkan seperti dulu.
Tapi di sisi lain, kami juga tidak bisa membiarkan channel kosong tanpa update, karena itu kami tetap membagikan peluang yang menurut kami masih memiliki potensi, baik itu whitelist NFT, waitlist, testnet, maupun early access project.
Perlu dipahami juga bahwa kondisi market saat ini berbeda jauh dibanding beberapa tahun lalu, kita masih berada dalam kondisi yang cenderung bearish untuk sektor airdrop dan funding, Banyak project yang mengurangi budget, menunda peluncuran token, bahkan tidak sedikit yang akhirnya tutup karena kesulitan pendanaan.
situasi ekonomi global juga sedang tidak mudah, sehingga aliran modal ke startup dan project crypto jauh lebih selektif dibanding sebelumnya.
Dulu mungkin lebih banyak project yang mudah diikuti dan cepat menghasilkan. Sekarang persaingan jauh lebih tinggi, syarat semakin kompleks, dan project yang benar-benar membayar juga semakin sedikit.
jadi bukan karena kami sengaja menurunkan kualitas konten, tetapi memang kondisi industrinya sudah berubah.
Meski begitu, kami tetap konsisten melakukan riset dan membagikan peluang setiap hari.
jika ada project yang menurut kami memiliki potensi besar seperti era-era sebelumnya, tentu akan tetap kami bagikan seperti biasa.
Kami selalu terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun kami juga berharap teman-teman bisa memahami bahwa kami tidak bisa mengubah kondisi market.
yng bisa kami lakukan adalah terus menyaring dan membagikan peluang terbaik yang masih tersedia saat ini.
Terima kasih untuk semua yang masih mendukung, mengikuti update, dan tumbuh bersama komunitas ini. 🙏
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” — Ir. Soekarno
“Pemimpin harus tegas dan mampu mengambil keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya” — B. J. Habibie
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” — Gus Dur
“Yang nyinyir-nyinyir-nyinyir biar aja itu. Nyenyenyenye” — ….
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Orang yang cuan di crypto bukan selalu yang paling pintar.
Tapi yang punya sistem paling efisien.
Ini cara bikin AI agent lo kerja sendiri di web3 dan crypto, biar lo bisa fokus ke hal yang lebih penting.👇
>> Jangan cuma tanya, suruh dia kerja.
Kebanyakan orang masih pakai AI kayak mesin pencari yang lebih pintar.
Nanya sesuatu, dapet jawaban, selesai.
Padahal AI bisa melakukan jauh lebih dari itu kalau lo tau cara nyuruhnya. Bedanya bukan di kemampuan AI-nya tapi di cara lo mendelegasikan tugasnya.
| Prompt salah: "Apa berita crypto hari ini?"
| Prompt yang benar: "Rangkumin 5 berita crypto paling penting hari ini, jelasin kenapa masing-masing penting, dan kasih tau mana yang perlu gw perhatiin lebih."
>> Jadwalkan laporan harian otomatis.
Daripada lo buka beberapa tab setiap pagi buat ngecek harga dan baca berita satu per satu, lo bisa setup AI agent buat kirimin laporan otomatis setiap jam 7 pagi.
| Prompt yang bisa lo pakai: "Setiap jam 7 pagi kirimkan laporan harian yang berisi harga Bitcoin dan Ethereum terbaru melalui cronjob."
Hasilnya lo bangun dan semua informasi yang relevan udah ada di depan lo tanpa lo harus cari sendiri.
>> Kasih konteks yang jelas
AI tidak bisa bantu lo dengan baik kalau lo sendiri ga jelas mau apa.
Sebelum ngetik apapun luangkan waktu sebentar untuk jelasin situasinya, apa yang lo butuhkan, dan output seperti apa yang lo harapkan.
| Prompt yang bisa lo pakai: "Gw seorang investor crypto pemula yang pegang BTC dan ETH. Jelasin berita ini dalam bahasa yang simpel dan kasih tau apakah ini bagus atau buruk buat portfolio gw."
>> Perlakukan AI kayak asisten yang selalu standby
Asisten yang baik tidak menunggu diperintah untuk hal-hal yang sama setiap hari. AI bisa bekerja seperti itu kalau lo setup dengan benar.
| Prompt yang bisa lo pakai: "Kamu adalah asisten harian gw. Setiap pagi sebelum gw mulai hari rangkumin hal-hal penting yang perlu gw tau hari ini tentang crypto, market global, dan berita teknologi. Gunakan format yang singkat dan mudah dibaca."
AI yang dipakai dengan benar bukan cuma menjawab pertanyaan lo.
Dia menjalankan sebagian dari hari lo sebelum hari lo bahkan dimulai.
Follow kalau lo mau terus dapet tips produktivitas di dunia crypto dan Web3 yang beneran bisa lo praktekin hari ini.
Perusahaan itu ada kewajiban mencatatkan Pekerja PKWT nya instansi terkait lho.
Kalo PKWT nya ada bilang ga dapet kompensasi, ga dapet upah minimum bisa jadi perusahaannya ga taat aturan🫣
Linera isn't just a faster blockchain; it's the missing infrastructure needed to turn prediction markets into a true, real-time collective intelligence layer. The world's fastest "truth machine" belongs to Linera. 🤯
#Linera#PredictionMarkets#DeFi#microchains@linera_io