Kebalik gw, justru pengen kerjaan yang ngebosenin & repetitive jadi energinya dipake buat hal lain yang emang disuka. Udah kapok dibuat stress mulu, mana gaji ga sesuai 😂
bisa ga sih sosmed ngasih peraturan di mana art itu ga bisa di ss dan di download tanpa izin yang punya postingan? jadi pengguna ai nirempati kaya gini ga bisa sembarangan nyomot art orang lain terus dijadiin bahan ai buat belajar.
bayangin ada orang jarang dapet commiss, sekalinya dapet dibayar underprice, nanya ke publik soal harga. tiba" ada orang generate ke AI dengan gampangnya bilang "itu ndak bisa dihindari".
at least kalo gabisa dihindari jangan jadi bastard sih minimal.
gini lah salah satu efek budaya yg obsessed sm productivity, people start measuring human worth through ambition and output. padahal kalo kasusnya kondisi mental yang buruk, itu bisa bener bener debilitating. depression slow people down, drain their energy, make ordinary things
Salah satu contohnya ya program kkn itu. Ya mungkin dari sisi mahasiswa bisa jadi kesempatan buat berbaur sama masyarakat. Tapi ekspektasi program kerja yg diharapkan ke mahasiswa tuh ga masuk akal. Harusnya ini dikerjain pemerintah, kenapa malah dibebankan ke mahasiswa kkn???
saking boroknya negara ini, mahasiswa selalu diharapkan untuk jadi garda terdepan buat belain masyarakat—nyaris tumbal... i mean ya we would but that's not even our main job... seberapa gagal sistem di sini dawg 😭
on a serious note, ini butuh kesadaran dan pergerakan KOLEKTIF
Akhirnya ngebuktiin sendiri kalo MBG ini lahan basah 😅 Tanggal 9 April diminta kasih harga roti 1.500 padahal harga aslinya 3.000, tapi nota tetap harus ditulis 3.000.
Habis itu semua chat hilang ditarik. Semalam chat lagi, ternyata masih juga nego harga roti 😂
ini parah banget sih guys🤡
sc:threadsspidolls
SORRY GW KETAWA, bayangin lu benci sama orang, trus lu frustasi dan bingung mencari kekurangan dia, akhirnya muncul ide "gw katain aja hp nya android" 😭😭😭????
gue pribadi nggak membenarkan public display of affection yang berlebihan di area kampus, regardless of sexual orientation. mau itu pasangan heterosexual maupun homosexual, kalau sampai making out di ruang publik kampus ya memang bisa dianggap melanggar norma atau aturan yang berlaku di lingkungan tersebut. tapi yang bikin gue nggak nyaman adalah apa yang terjadi setelahnya.
mereka direkam tanpa consent, videonya disebarkan, diarak, dijadiin tontonan, bahkan sampai di-live di tiktok and instagram. orang tua nya dipanggil, ada sidang, lalu muncul tekanan publik dari sebagian mahasiswa agar mereka di drop out. honestly, that feels way too much.
kalau memang ada pelanggaran, kampus punya mekanisme sendiri untuk nanganinya. kasih teguran atau sanksi sesuai aturan yang berlaku. tapi ketika seseorang dipermalukan di depan banyak orang dan dijadikan konsumsi publik, itu tuh udah mulai bergeser dari penegakan aturan menjadi public shaming.
dan menurut gue kita juga harus jujur melihat konteks yang lebih besar. indonesia memang bukan negara yang ramah sama komunitas homoseksual. karena itu, kasus seperti ini sering kali tidak hanya dipandang sebagai persoalan perilaku di ruang publik, tetapi juga bercampur dengan sentimen terhadap orientasi seksual mereka.
again, gue nggak sedang membela tindakan PDA di kampus. tapi gue juga nggak setuju kalau pelanggaran tersebut dijadikan alasan untuk mempermalukan seseorang secara massal. a rule violation should be handled through proper procedures, not through humiliation.
the punishment shouldn't become a public spectacle. Karena ketika tujuan utamanya udah bergeser dari penegakan aturan menjadi mempermalukan seseorang di depan umum, itu justru mulai terlihat seperti collective bullying daripada penyelesaian masalah.
at the end of the day, seseorang bisa aja ngelakuin kesalahan, tetapi mereka tetap manusia yang berhak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat. accountability is important, but so is basic human dignity.
ngeliat ini jadi dejavu pas jaman more & more twice, waktu itu hujatan ke twice banyak bgt sampe akun ig twiceinfonesia speak up bahwa mereka kalo ngirim email ke semua portal berita kpop indo tuh susahnya minta ampun buat up berita prestasi twice tapi giliran berita merah gercep
Tweet ku semoga lewat ke orang-orang yang nonton konser F4. Aku mau ngabarin kalo di konser F4 kemarin ada orang yang H-3 sebelum konser kena campak, tapi tetep maksa pergi nonton konser. Siapapun yang nonton konser segera melakukan pemeriksaan atau karantina mandiri ya, apalagi—
Padahal fase baca jurnal-jurnal sambil bergumam "oooh gitu" atau "Lhoo ini hasilnya bisa matahin jurnal sebelumnya" itu seru bgt walaupun at the end tantrum sendiri sambil sambat "INI MAU NULIS APA YA ALLAH BINGUNG"