โ
๐๐๐. / Selamat pagi! Diputuskan bahwa kisah Senopati Ardana akan berpindah ke akun baru demi proses perombakan narasi secara menyeluruh. Jika rekan penulis masih ingin bersua dan saling menyapa, mohon tinggalkan tanda suka di sini sebagai sinyal untuk saya ikuti kembali.
โ
โ
Pria itu berbalik badan, langkah kakinya mulai menjauh seiring ketukan tongkat di lantai.
"Seno, tunggu!"
Panggilan Liana menghentikan langkah Senopati. Puan itu berdiri, rasa penasaran di matanya sesaat mengalahkan rasa malu akibat hinaan barusan.
โ
โ
Selepas melontarkan kalimat pamungkas tersebut, Senopati membenarkan letak kerah jaketnya. "Permisi. Calon istri saya sudah menunggu. Saya harus kembali ke wanita yang tahu arti kata setia."
โ