Andalan utama pengarang bukanlah inspirasi—karena tak jelas dari mana barang ini datang—melainkan kesabaran dan keteguhan. Bagi Saya, pepatah Turki “menggali sumur dengan jarum” adalah kredo dalam menulis. ~Orhan Pamuk, dalam “Koper Milik Ayah” (Memikirkan Kata, Hlm. 234
“Saya ingin menjangkau khalayak luas dengan buku saya.” Perkataan ini sering segera dilanjutkan dengan, “Bagaimana saya bisa melakukan itu?” Jawabannya mudah: Tulis. Edit. Revisi. Tulis ulang. –Ilene Kalish Editor Eksekutif di NYU Press. “Memikirkan Kata” Hlm.143
Andalan utama pengarang bukanlah inspirasi—karena tak jelas dari mana barang ini datang—melainkan kesabaran dan keteguhan. Bagi Saya, pepatah Turki “menggali sumur dengan jarum” adalah kredo dalam menulis. ~Orhan Pamuk, dalam “Koper Milik Ayah” (Memikirkan Kata, Hlm. 234
6. Karya ditulis secara sembarangan dan bahasa tak tertata rapi. Jadi, selain memperhatikan kualitas narasi dalam cerita, editor juga akan mempertimbangkan kisah-kisah yang ditulis dengan baik.
5. Karya berisi propaganda. Perlu diingat, khotbah mengenai agama dan politik partisan adalah topik paling berbahaya untuk fiksi. Kalaupun, karya bercerita soal ideologi tertentu, sebaiknya penulis hanya menempatkannya sekedar sebagai komedi kehidupan dan bukan pusat cerita.