Hi Sahabat Perempuan dan Anak. Kalau kamu mengalami kekerasan, segera laporkan ke Layanan SAPA 129 atau Whatsapp ke 08111129129. Jangan khawatir layanan ini bersifat rahasia dan tanpa biaya. #daretospeak 💪
Lately, I've been thinking about certain people who once stayed in my life long enough to leave a mark. Then I stumbled upon this timely reminder, that not everything I love is mine to keep forever. Even so, part of them, their habits, stay with me and become a part of who I am.
im saying dude… when i love, i love HARD😭 if they somehow have an issues about it, its not my fault. love is everything inside of me and im not gonna change a thing about that just because someone doesnt fw it
It's actually scary how Substack reads my mind and catches my recent self-doubt. I didn't search for this, it just appeared on my home feed like it was waiting for me. A timely reminder that it's okay, and that everything eventually comes to an end. I love this app so much.
gimana sih cara jelasin ke orang-orang kalau yang ditentang feminisme itu bukan soal "masak buat suami." nya? tapi gimana peran memasak itu dikotakkin berdasarkan gender dan akibatnya istri hanya dilihat berdasarkan "fungsi" nya aja, yang ga sesuai "fungsi" langsung dipertanyakan
kemiskinan ga akan pernah selesai hanya dengan menyuapi anak2. memberi makan hari ini bukan berarti menyelamatkan masa depan mereka. selama negara gagal menyediakan pekerjaan dengan upah layak bagi orang tua, kemiskinan hanya dipelihara, bukan diselesaikan.
sebenernya setelah dipikir pikir soshum direndahkan banget di indo itu suatu hal struktural biar ga banyak masyarakat yg melek dgn keadaan sosial, ga ikut campur apapun yg terjadi dgn pemerintahan, makanya dibuat stigma sejelek mungkin biar ga pada minat 😂
i’m not trying to be bitter ya, temen-temen. it’s just the sudden moment of realizing that ketimpangan economy actually exist. imagine that you should work your ass out just to save money and other people can get it freely for 1 month duit jajan….