Kenapa reaksi orang2 auto offended ketika aku bilang kalo aku ga minat nikah? I mean, it's my own life though. Kenapa mereka yg takut kalo omonganku diiyain Tuhan?
eh jujur gue gasuka bgt tiap pemerintah bikin salah bilangnya “nanti dibales di akhirat”. ga, harus dibales skrg, mereka harus tersiksa skrg, jan pasrah gt sama mereka, lawan mereka skrg jir :/ mereka hrs ngerasain penghakiman dr kita juga :/
saking boroknya negara ini, mahasiswa selalu diharapkan untuk jadi garda terdepan buat belain masyarakat—nyaris tumbal... i mean ya we would but that's not even our main job... seberapa gagal sistem di sini dawg 😭
on a serious note, ini butuh kesadaran dan pergerakan KOLEKTIF
"Kamu emangnya LGBT ya kok sering banget membela LGBT?"
Nggak, ngapain gw buang2 energi buat ngehate org2 LGBT? mending ngehate pemrentah lah, ngedampak banget ke kehidupan kita.
"Kamu emangnya LGBT ya kok sering banget membela LGBT?"
Iya dan iya. Gak seperti kamu yang membela Palestina cuma karena seagama doang, aku membela LGBT, Palestina, dan kaum marjinal lainnya karena aku manusia.
Bayangkan jika kita bisa lihat isi kepala setiap manusia yang kita temui di perjalanan, akankah kita jadi lebih baik ke sesama?
Unggahan ini bukan tentang informasi layanan MRT Jakarta atau pengenalan Kawasan TOD, tapi pengingat sederhana bahwa pada akhirnya kita semua adalah manusia yang berbagi ruang dengan kisah yang berbeda-beda.
Mereka yang kita temui di jalan memikul beban dan masalahnya masing-masing. Mari jadi lebih baik, lebih pengertian, lebih berbaik sangka.. sehingga hidup jadi lebih bermakna.
Diunggah dalam rangka memeringati Bulan Kesadaran Kesehatan Mental (Mental Health Awareness Month) Sedunia (1 Mei-31 Mei 2026).
#MRTJakarta
#UbahJakarta
Giliran KAI ada kecelakaan, itupun krn taksi, Dirut KAI diminta mundur oleh DPR.
Ehh…pas MBG byk anak sekolah yg keracunan, kpl BGN malah tambah foya2 pake anggaran dibiarkan DPR.
Bangke ga tuh! 🤣🤣🤣
Kenapa ya semua orang pada lupa fakta bahwa terciptanya gerbong khusus perempuan ya karena laki-laki ga bisa kontrol napsunya. Secara ga langsung, lu pada yang taruh perempuan itu di gerbong ujung, btw.
Kenyataan bahwa abis orang pada bilang "tidak" dan dia masih bisa bilang, "MBG itu penting," adalah bukti beliau nih tuli terhadap suara masyarakat bahkan secara langsung.
Gerbong perempuan di belakang itu bukan policy failure. You know what is?
Negara gagal mendidik laki-laki to not be a huge misogynistic perverted piece of shit is a policy failure,
Negara ga menyelesaikan proyek double track disaat KAI punya Argo Bromo yang merupakan salah satu kereta jarak jauh tercepat mereka is a policy failure,
KAI sebagai pemilik rel kalah sama preman yang menolak adanya rambu/penghalang resmi is a policy failure,
Preman dibiarkan dan dipelihara oleh negara untuk jadi attack dog mereka terhadap kelompok oposisi / kalangan politik/agama tertentu is a policy failure,
Perusahaan taksi punya policy yang ga manusiawi kepada driver mereka, ga ngelatih dengan baik, dan mengancam denda kalau diderek bukan oleh derek perushaan is a policy failure,
Tata kota dan pengembangan kota satelit Jakarta yang tidak beorientasi pada transit is a policy failure.
Dear 02 voters yang tobat :
harusnya kalian yg paling berisik dan turun ke jalan buat nuntut presiden pilihan kalian. Jangan diem bae, gara2 lo pada kita semua yg susah
Menghakimi para ibu yang anaknya menjadi korban kekerasan di daycare Jogja adalah bentuk sikap misoginis atau membenci perempuan karena sikap serupa tidak ditujukan kepada para ayah.