ᅠ
ᅠ ᅠ
𝐑𝐎𝐊𝐎𝐊 𝐓𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀𝐋 𝐒𝐀𝐓𝐔 𝐁𝐀𝐓𝐀𝐍𝐆
Daniel menghela napas. Rokok yang dikirit sedari awal bulan (yang mana baru seminggu berlalu) sudah habis di bungkus ke-tiga. ㅡ
ᅠ
ᅠ ᅠ
"Hm?" balas Daniel agak heran setelah pesanan tnabahannya dicatat, "kenapa kok diundur? Ada masalah?"
Daniel tidak langsung menyantap makanannya, dia lebih dulu memutar tubuhnya ke arah Marie dan memusatkan perhatiannya ke topik yang sedang dibahas. ㅡ
ㅡ Sementara dia lebih nyaman langsung pakai tangan, tentu setelah membersihkan tangan dan jemari di mangkuk berisi air.
"Jadi," Daniel membuka topik dulu, "ngobrol apa aja tadi sama mama?"
( @paintedingrace )
ᅠ
ᅠ
@paintedingrace ᅠ
ᅠ ᅠ
"Lele kremes tambha satu, terus ayam goreng . Tahu tempe, es jeruk dua. Nasinya yang satu uduk ya, bang."
Pesanan tercatat, mereka ditinggalkan kembali berduaan. Daniel meraih sendok dan garpu, lalu dibersihkan dengan tisu. Itu untuk Marie. ㅡ
ᅠ
ᅠ ᅠ
Daniel memilik kursi yang tidak jauh dari kipas agar snag kekasih tidak kepanasan, kepada pelayan dia angkat tangan. "Mau lele kremes, terong goreng, tahu satu, nasi biasa."
Kemudian beralih, "Sayang mau apa? Nasi uduk? Ayam apa lele?"
( @paintedingrace )
ᅠ
ᅠ
ᅠ
"Easy, ayamnya gak bakal masuk kandang lagi," katanya tenang, dia kemudian merapikan helai rambut Marie yang sempat diporak-porandakan pelindung kepala. Dia akhiri kegiatannya dengan sebuah kecupan di dahi, lalu dirangkul tubuh sang puan masuk ke dalam.
ᅠ ᅠ
ᅠ