oke saatnya gw bongkar sekarang!!
PT Kiani Lestari, entitas bisnis kehutanan/HTI di Kaltim yg berada di bawah payung grup Nusantara Energy milik presiden PRABOWO SUBIANTO (cnn indonesia)
konsesi eks taipan Bob Hasan ini dibeli PRABOWO tahun 2004 silam lewat perantara JK dan sempat heboh diungkit pas sesi debat capres soal penguasaan ratusan ribu hektar lahan (antaranews).
perusahaan ini sepaket sama pabrik pulp raksasa kiani kertas (kertas nusantara) yg menguasai hamparan konsesi hutan ratusan ribu hektar di bumi etam.
meskipun jika nantinya perusahaan kebukti melanggar, gw yakin gamungkin ada tersangka
Fun Fact :
1. Dulu yg dapet THR itu cuma PNS, tapi semenjak pekerja demo Pekerja swasta juga dapet THR
2. Dulu juga jam kerja 16 jam ++ tapi semenjak demo jadi 8 jam.
Macet mu yg dirasa sekarang bisa terkonversi jadi bahagia dan sejahteramu di masa depan.
guys lu pada tahu gk
kan prabowo baru bentuk BUMN ekspor
tepatnya tanggal 20 mei lalu
dan hari ini udah ada 400 orang
yang di rekrut buat di jadiin
sebagai pekerja di BUMN itu
dalm waktu 4 hari saja
ada yang tau kapan seleksinya??
dan kenapa setiap rapat penting
atau acara penting
harus di rumah prabowo?
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif?
Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi
Guys, Luna Maya dan Maxime baru ngobrol soal lebaran pertama mereka sebagai pasangan suami istri.
Dan ada beberapa hal yang mereka bilang yang bikin gue diem sebentar.
Lebaran pertama dan mereka malah liburan ke Raja Ampat.
Bukan mudik.
Bukan kumpul keluarga besar.
Tapi naik pinisi, salat Id di pulau kecil, dan nikmatin laut berdua.
Luna yang suka laut.
Maxime yang lebih suka gunung tapi tetap ikut.
Dan itu bukan keputusan yang diributin.
Itu keputusan yang dibicarain kita mau tradisi apa sebagai keluarga baru?
Karena mereka sadar dua orang yang datang dari keluarga berbeda, dengan ritme kerja yang padat dan jadwal yang nggak bisa diprediksi harus dengan sengaja membangun tradisi berdua.
Kalau nggak disengajain, nggak akan pernah ada.
Dan soal siapa yang pindah ke rumah siapa ini yang menarik.
Maxime yang pindah ke rumah Luna.
Dan dia ngaku awalnya ada pertanyaan dalam dirinya. Kok cowok yang pindah ke rumah cewek?
Tapi setelah ditimbang-timbang logika menang. Rumah Luna lebih besar, lebih privat, lebih masuk akal.
Yang gue suka dari cara dia cerita dia nggak pura-pura pertanyaan itu nggak ada.
Dia akuin, tapi dia juga nggak biarkan ego mengalahkan akal sehat.
Dan Luna bilang sesuatu yang gue rasa banyak orang butuh dengar
Maxime memberikan banyak kebebasan buat aku untuk tetap berkarya, tetap jadi manusia yang utuh. Bukan kamu kan udah istri, kamu harus nurut.
Kita adalah dua individu yang merdeka yang memilih untuk bersama.
Soal konflik mereka juga jujur.
Ada cekcok.
Ada momen yang salah.
Ada reaksi yang seharusnya beda.
Tapi ada satu kesepakatan yang mereka pegang jangan tidur dalam keadaan masih marah.
Maxime cerita pernah sekali mereka tidur dalam kondisi belum selesai dan itu nggak nyaman. Istirahatnya nggak bagus.
Dan dari situ mereka belajar.
Walaupun tidurnya telat, selesaikan dulu.
Say sorry dulu.
Baru tidur.
Dan ini yang paling gue catat dari seluruh obrolannya.
Mereka bilang kesalahan yang sama berulang kali itu mungkin saja terjadi.
Dan cara terbaik mengubah orang bukan dengan marah tapi dengan mengapresiasi perubahan kecil yang sudah dia upayakan.
Mungkin sedikit bagi kita, tapi berat bagi dia.
Ngubah 1 kilo aja butuh effort gede apalagi mengubah kebiasaan mental yang sudah terbentuk bertahun-tahun.
Intinya dari semua yang mereka ceritain:
Pernikahan yang kelihatan perfect dari luar tetap ada cekcoknya,
tetap ada adaptasinya
tetap ada hal-hal yang harus dibicarain dan dikompromiin.
Yang bedain bukan ketiadaan masalah tapi cara mereka menghadapinya.
Dua individu yang merdeka.
Yang pilih untuk saling bukan saling mendominasi, tapi saling melindungi, saling memaafkan, dan saling memberi ruang untuk tetap jadi diri sendiri.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
ges, umur berapa kalian tau kalo hawa panas di musim panas dan hawa dingin di musim dingin yg manusia rasakan di dunia itu adalah bagian dari hawa panas dan hawa dinginnya NERAKA?
dan sepanas panasnya api di dunia, itu cuma 1/70 nya panas neraka 😭