ALERTA
Foto ini nunjukin kalo anak-anak kecil ikut naik truk demo bersama spanduk dan megaphone.
Di Batam dan beberapa daerah, siswa SD dilibatkan dalam aksi dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anak usia SD belum paham isu rumit seperti korupsi BGN atau anggaran negara.
Ngelibatin mereka lewat Dinas Pendidikan dan sekolah itu jelas ngelanggar netralitas pendidikan.
Pasal 15 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak menyatakan anak berhak dilindungi dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
Ini kerasa kayak cara paksa bangun narasi dukungan saat MBG dikritik keras.
Anak harus dilindungi, bukan dijadikan alat politik. KPAI perlu segera memeriksa kasus ini. Perlu kami turun tangan lagi buat pelaporanya?
#intinyadeh anak2 SD diinfo besok mau pawai, ternyata disuruh ikut demo dukung MBG.
Spanduk:
"Kami dukung program MBG, tidak mau anak belajar dalam keadaan lapar"
Dikecam keras, dianggap eksploitasi anak, apalagi tujuan gak transparan (blg pawai, gak taunya demo dukung MBG)
BREAKING📝
Kalo lu lajang dan tinggal
-di Jakarta dan income <12jt/bulan; atau
-di luar Jakarta dan income <8,5jt/bulan,
maka lu adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Saatnya kita dorong kenaikan PTKP.
PTKP 12jt untuk WP Jakart dan 8,5 untuk WP non-JKT boljug juga😌
Giliran buat program jualan rumah batas masyarakat penghasilan rendah ditinggi2in.
giliran bayar pajak, PTKP direndah2in👀
cherry-picking🍒
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
fatima: "prabowo punya cita cita, tidak ingin ada anak anak indonesia tidur dalam perut lapar"
"nah tapi mbg ini kan dibagiin (sekali) di siang hari di sekolah. jadi ketika dia pulang ya lapar lagi" 😂