Kalau pacarmu terus-terusan kau bentuk menjadi sesuai imajinasimu; kau paksa ia menjadi apa yang kau mau; kau larang ia mengejar impiannya, bukankah lebih baik kau berpacaran dengan dirimu sendiri saja?
Saya teringat pada masa ketika kawan-kawan saya satu per satu berhenti memakai Twitter. Sepi. Lantas Twitter disusupi akun-akun bot. Saya jadi malas menggunakan Twitter. Saya pikir, Twitter akan bernasib seperti Friendster atau Myspace
.
Saya keliru. Twitter kembali menyenangkan