Yak, akun bertema ajakan perlawanan dengan literasi, ternyata tidak begitu bisa membaca dan berpikir kritis. Padahal dengan membaca (terutama literatur filsafat), harusnya bikin mereka sadar sebelum ngetwit.
Artinya, saya berasumsi, mereka hanya baca sesuai ego, bukan kebutuhan.
@phebesarchive@entalpih Tolong drop artikel yang isinya membuktikan bahwa budaya asli asia tenggara ramah lgbt ka, ambil contoh yang deket aja budaya sunda/jawa/toraja/minang
Itu orang gw cut off waktu itu grgr gw tau dia lagi checkin sama cowo while flirting with me... so fckin gross tho kalo diinget inget dan sekarang malah tiba-tiba keinget 🙂
@txtharihariWNI Harus ada setidaknya 10 kasus pidana gara-gara sembarangan ngerekam orang lain, supaya orang kek lu mikir 2 kali kalo mau bacot. Even if lu berlindung dengan anonimitas, masih bisa dapet forensik digitalnya