Melawan itu bth logistik, dan saya sepakat trhdp respon penulis bhw persoalan ekonomi alternatif ga pernah dibahas serius, aplg mempraktekannya.
Sebab jk praktek2 ekonomi alternatif dijalankan secara serius, dpt merubah pola konsumsi manusia.
Dari sana semuanya terasa "mungkin"
Plis adakan debat atau diskusi terbuka soal Tan Malaka, antara Ferry Irwandi dan Kang Zen RS.
Host atau moderatornya bung @pangeransiahaan.
Rasa-rasanya akan ada banyak orang yang berminat ☺️
X please do your magic 🧵👇
Jadi aku tuh udah lebih dari 5 tahun ngerunning koperasi digital kreatif dari Bandung. Kami udah bantu organisasi, komunitas, dan brand bersuara lewat visual, web, dan konten.
In this economy, semuanya memang serba susah, tapi...
Bro Fiersa, kritik itu memang hak, tapi menggeruduk panggung, bubarin acara paksa, teriak-teriak sampai narasumber dievakuasi bukan kritik. Itu pembungkaman terhadap orang lain yg juga punya hak bicara.
Kalau setiap diskusi pejabat langsung digeruduk mahasiswa, besoknya nggak ada diskusi lagi. Yang tersisa cuma chaos atau monolog penguasa. Itu namanya kemunduran demokrasi, bukan kemajuan.
Ego penguasa memang masalah. Tapi ego ‘aktivis mahasiswa’ yg merasa hanya cara keras yg sah, dan kritik sopan dianggap ‘pengecut’ atau ‘dibeli’, juga masalah besar.
Disuruh santun bukan berarti bungkam. Santun = pakai argumen, bukti, dan nggak ganggu hak orang lain berpendapat. Kalau kritiknya bagus, nggak perlu geruduk.
Bikin acara tandingan, tulis paper, debat terbuka, atau demo damai. Itu jauh lebih intelektual & efektif.
*sambil mendengarkan 🎶
Fiersa Besari~ "Tulang Punggung"
@herihare@RandyNteng@tempodotco Her, maneh terlalu husnuzon euy mun nganggap wamil sebagai kualitas teh. Jangan-jangan tujuan ti wamil ge lain keur kualitas 🤣