Tadi ngobrol sama suami soal isu politik (lagi).
Dia bilang, demo-demo ini kayaknya udah gak bakal pengaruh apapun sama keputusan prabs. Kata gue, kenapa? Jaman soeharto demo berjilid-jilid akhirnya bisa tumbang tuh.
“Jangan salah, prabs lebih cerdik dr mertuanya.”
🧕🏼: hah gimana2?
👨🏻🦱: kamu tau nggak? ketua buruh sekarang udah diangkat jadi stafsus. kelompok penggerak demo, ketua2nya udah diambil prabs dimasukin k kabinet. Ada yg jadi menteri juga.
🧕🏼: serius? anjir sialan
👨🏻🦱: iya jahat bgt udah dia. emang serakah juga ga ngerti gua. terus orang2 teriak lengserin prabowo, siapa yg mau gantiin? gibran?
🧕🏼: ya turunin sewakil-wakilnya lah
👨🏻🦱: lebih parah lagi. yang naik antara menhan, menlu sama mendagri tuh si tito, anak buahnya jkw. orang ga bener semua itu.
cc:threadcaeceaile
gue cukup pede untuk bilang bahwa gue “mampu”. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi—yang, puji tuhan—berhasil dan uangnya lebih dari cukup.
akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah.
kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem.
bener kata tu orang. ikan busuk dari kepala. bawahnya mau diapain pun gak akan guna, karena yang busuk dia sendiri.