Gue pernah di fase jadi trader yang sok tahu. Tiap hari gue punya opini: “Gold bakal naik nih, soalnya ada berita ini...”, “DXY udah jenuh, pasti reversal…”, atau “Feeling gue strong buy"
Masalahnya? Market gak pernah peduli sama opini gue...
Dan lebih parah lagi, saat opini itu gak sesuai sama arah market, gue malah ngotot. Gue entry bukan karena setup valid, tapi karena gue pengen bener. Ego gue yang pegang kendali, bukan sistem.
Itu titik paling bahaya = saat lo masuk market bukan buat cari probabilitas, tapi buat ngebuktiin bahwa “gue gak salah.”
Padahal, sistem yang bagus itu bukan soal feeling...
Trading plan lo tuh seharusnya jadi autopilot saat otak lo mulai drama. Ketika lo ragu, plan lo bilang: tunggu. Ketika setup muncul, plan lo bilang: jalan. Gak ada debat. Gak ada opini....
Narrative Saat Ini
CPI Mixed meskipun CPI ga meledak tapi ada bom waktu inflasi yang sedang terbentuk karena Trump Tariff
Fed saat ini lagi pake strategi active patience = mereka sabar tapi waspada
Kalau tarif bikin harga naik = Fed akan tahan rate lebih lama = Rate cut makin sulit...
Trade war comeback, USD kuat karena yields naik, inflasi naik = Fed hawkish
Yield naik makanya Bearish gold tapi kalau :
- Yield naik karena inflasi
- dan Fed stuck ga bisa cut
- maka emas jadi hedge of last resort
Jadi gold kena teknana diawal doang pasti akan terbang dalam waktu dekat lagi...
Menurut gua CPI nanti malam akan dibawah ekspektasi atau sesuai ekspektasi kenapa ?
- Tariff belum dijalankan masih retorika...ingatkah 2 bulan lalu saat trump mengumumkan tariff...Apakah tariff langsung naik ? Tidak karena itu hanya retorika...
- Crude oil dan energi global lagi retreat, bahkan WTI jatuh pasca Trump ancam Rusia
- PMI, ISM services, bahkan retail sales semua belakangan nunjukin slowdown di konsumsi artinyaa, permintaan konsumen lemah = tekanan harga berkurang
- Salah satu biang kerok CPI = shelter/rent. Tapi bulan Juni–Juli biasanya seasonal cooling karena banyak lease expired dan pindahan musim panas = ini bisa dorong inflasi inti sedikit turun.
Jadi menurut gua akan dibawah ekspektasi atau sesuai ekspektasi...
Makro Brief Narrative Saat Ini
Trade war jilid dua dimulai....
Gold mau kemana ? Menurut gua lagi dilema, Karena di satu sisi :
- Geopolitik & Trade war = Bullish
- Fed Hawkish & USD Kuat = Bearish
Jadi skenario paling masuk akal saat ini yaitu :
Bullish Case
- Tariff escalation = inflasi = safe haven demand naik
- Bitcoin rally juga indirectly bullish karena narasi anti fiat makin kuat
Bearish case
- Dollar menguat karena Fed Hawkish dan Yield US tahan diatas
- CPI AS & PPI minggu ini berpotensi inline atau di atas ekepktasi = bearish buat emas
You are 100 percent responsible for your life..Menurut gw ga ada lagi kalimat yang lebih nyakitin dan sekaligus menyadarkan seorang trader selain ini. Kalau lo MC mulu itu bukan karena mentor lo. Bukan karena masi ngikutin signal, Bukan karena trade news.Tapi karena lo yang klik tombol entrynya...Trading bukan soal jadi benar. Tapi soal tanggung jawab penuh atas hasil lo sendiri bahkan waktu market gak sesuai harapan...
Naik Level = Simplicity + Consistency
Semua yang ribet di awal akan jadi sederhana begitu lo bener-bener paham.
Dan semua profit bakal datang dari:
- Konsistensi eksekusi
- Manajemen risiko
- Kedisiplinan entry & exit
Kemarin pas Powell Speech di sintra sudah mulai ada signal dovish dan sepertinya sudah mulai sedikit pivot...kita tinggal nunggu waktu aja dan gold akan rally lagi....Powell itu cerdik kalau datanya kuat pasti dia suka bilang Lihat ekonomi kita kuat....
Trust Your Process
Salah satu tantangan terberat di level ini adalah:
- Market kadang jalan lawan arah setup lu
- Lu jadi ragu sama strategi sendiri
Tapi :
“If the process is right, you win long term.”
Dan Treasury baru aja naikin buyback limit. Artinya? Mereka tahu ada tekanan yield long term. Yield tinggi = cost of debt tinggi = risiko credit bubble pecah = narasi emas makin kuat...
Ini sentimen yang baik untuk emas...
Sentiment Market Saat ini
- Trump tax disetujui...
- US Manufacturing mix
- JOLTS Naik
- Trump baru aja "resmi" nambah utang 3 triliun sambil minta potong pajak.
Investor lagi ngalihin posisi dari paper wealth ke real asset. Kenapa? Karena narasi lama (rate hike, strong USD, hawkish Fed) mulai hilang...
JOLTS naik? Oke... but itu ga cukup buat lindungi USD dari long-term structural risk.
Core of the Game = Execution, not Prediction...
Salah satu quotes yang pernah gua baca yaitu
"Markets are uncertain. Your job is not to predict, but to respond"
Di tahap ini lo mulai:
- Nerima kalau prediction itu bagian kecil
- Fokus ke preparation & response
Banyak orang kerja banting tulang, ngangkut barang, jualan di pasar, tapi tetap gak bisa lepas dari tekanan hidup... Di sisi lain, ada orang yang cuma duduk depan komputer, ngerti arah ekonomi dikit, bisa cuan berkali-kali lipat. Jadi, jangan heran kalau yang ngerti sistem malah yang paling untung bukan yang paling kerja keras...
3. NARRATIVE POWER
"Kenapa tiba-tiba semua pada beli gold?"
Bukan cuma karena chart tapi:
- Data NFP jelek ➡️ market shift ➡️ USD lemah ➡️ gold terbang
- Geopolitical tension ➡️ panic ➡️ shift ke safe haven ➡️ gold terbang
Demand driven by narrative...
Supply driven by sentiment...
Jadi... Supply & Demand di market = Persepsi Kolektif lalu dieksekusi jadilah yang kita sebut order flow.
SUPPLY AND DEMAND BASIC
Thread🧵
Kebanyakan orang cuma mikirnya:
Supply banyak artinya harga turun...
Demand banyak artinya harga naik...
MARI KITA BAHAS LEBIH DETAIL MENGENAI SUPPLY AND DEMAND :
2. FASE SUPPLY & DEMAND MANIPULATION
"Tapi kok kadang malah harga turun dulu baru naik? Atau naik dulu baru turun?"
Inilah fase Supply & Demand Manipulation...
-Fake Supply Dipancing biar retail sell baru dibalik naik...
-Fake Demand Dipancing biar retail buy baru dibalik turun.
Jadi...Supply & Demand = Pola mental trader + aksi big player
1. DIMARKET SUPPLY AND DEMAND BUKAN BARANG FISIK
- Supply = Penjual (SELL Orders)
- Demand = Pembeli (BUY Orders)
Artinya Kalau seller banyak harga turun. Kalau buyer banyak harga naik. BUT... market gak sesimpel ini juga.
Ada yang namanya:
- Passive Supply/Demand (Pending orders)
- Aggressive Supply/Demand (Market orders/langsung eksekusi)
Jadi yang gerakin harga adalah siapa yang lebih agresif.
Kalau buyer agresif = Demand push = harga naik
Kalau seller agresif = Supply push = harga turun
Gaji naik, standar naik.
Penghasilan Rp 10 juta jadi kayak Rp 5 juta karena lo beli yang tadinya lo tahan.
Dan sayangnya, society lebih ngerayain “spending” daripada “saving”.
Makin kita bisa belanja, makin kita dianggap sukses.
Tapi makin kita punya, makin kita overthink... karena ternyata rasa cukup itu bukan di rekening tapi di mindset.
"Modal gue kecil, makanya susah profit di market"
Dulu gw juga pernah mikir kalau sukses di trading itu butuh modal gede. Jadi pas modal masih kecil, gue sikat aja overleverage (full margin) biar bisa grow cepat.
Hasilnya? MC berkali-kali.
Baru sadar kalau bukan modal yang bikin cuan, tapi cara mainnya