Ngomong-ngomong soal Djarum, rokok mazhab Kudus, kretek khas asli Indonesia.
Jadi timbul pertanyaan, Mengapa Tak Ada Pemain Indonesia di Skuad Como?
sebuah utas.
Anda Milanisti?
Anda perokok aktif?
Rokoknya Djarum Super?
Anda kesal tim anda diobok-obok sama Como?
Inilah rekomendasi Rokok bagi Milanisti yang mau hijrah dari Djarum Super:
Semasa CS Vise masih jadi milik Nirwan Bakrie (medio 2011-2014), kita hampir memiliki seorang pemain bintang pada diri Alfin Tuasalamony. Bek kanan asal Maluku ini tampil reguler dalam 49 pertandingan selama dua setengah musim memperkuat klub Belgia itu.
Alasannya kalah postur.
Gimana ga kalah, lu cuma liatin lawan lompat.
Itu si Verdonk bisa menang duel udara. Artinya? Antara skill issue atau pelatih kurang tegas.
Rizky Ridho pernah cerita di Sport77, dulu diancam STY "Kalo kamu ga lompat, besok saya cadangin"
#IndraSafriOut
Tidak hanya itu, pengalaman Rizky di Como 1907 juga akan memberi kontribusi besar bagi Timnas Indonesia. Bermain di salah satu liga terbaik dunia tentunya akan meningkatkan kualitas permainan Rizky dan memberinya kepercayaan diri lebih besar saat tampil bersama Garuda.
Dengan infrastruktur yang memadai dan kepemilikan oleh pengusaha Indonesia, klub ini bisa menjadi batu loncatan yang sangat berarti bagi pemain muda seperti Rizky Ridho.