@convomfs hai, mantan honorer tahun 2020-2023 here. emang capek banget nder dgn gaji imut, kadang malah dirapel bayarnya 2-3 bulan sekali 🥲
coba ngajar les private juga nder, biar ada tambahan. sambil apply ke tempat lain atau belajar skill baru. semangat ✨️
@convomfs kalo aku seminggu sekali nyobain solo ride ke jalan yg belum pernah aku lewatin nder, sambil denger lagu dan nyanyi2 di jalan. enak, setelahnya jadi semangat lg wkwk
OP ini ngelist ciri-ciri orang dewasa yang tumbuh dengan banyak luka sejak kecil:
1. Good Child Syndrome:
Dari kecil terbiasa membaca situasi, takut dimarahi atau dikritik, akhirnya tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah.
2. Kebiasaan jadi people pleaser:
Sebenarnya nggak mau, tapi begitu dimintai tolong tetap nggak bisa bilang nggak. Perasaan orang lain selalu didahulukan daripada perasaan sendiri.
3. Gampang banget nangis:
Karena jarang benar-benar mendapat penghiburan atau diperlakukan dengan lembut, begitu ada sedikit saja yang menyentuh hati atau teringat hal yang menyedihkan, air mata langsung keluar.
4. Selalu mikirin kemungkinan terburuk:
Begitu ada sesuatu yang terjadi, otak langsung bikin skenario paling buruk. Sering merasa cemas bahkan tentang hal-hal yang sebenarnya belum terjadi.
5. Sering banget bilang “maaf”:
Begitu suasana terasa sedikit tegang, langsung merasa mungkin dirinya yang salah. Berkonflik dengan orang lain aja rasanya udah menakutkan.
6. Terlalu mandiri sampai nggak mau merepotkan orang:
Paling nggak suka merasa jadi beban orang lain. Bahkan kalau lagi susah pun lebih memilih memendam semuanya sendiri daripada minta bantuan.
7. “Alergi” sama pujian:
Dapat pujian atau kebaikan dari orang lain bukannya cuma merasa senang, malah kepikiran, "Nanti kalau dia tahu aku yang sebenarnya, jangan-jangan dia bakal kecewa."
8. Sampai nggak tahu diri sendiri sukanya apa:
Karena terlalu lama hidup dengan berusaha menyenangkan orang lain, akhirnya malah nggak tahu apa yang sebenarnya disukai atau diinginkan diri sendiri.
Apa kalian juga ada ngerasa seperti di list atas? Kalau iya, coba berhenti terlalu memikirkan penilaian orang lain. Mulai prioritaskan diri sendiri dan jangan terus-menerus menomorduakan perasaanmu demi orang lain.