@shirobunsh61924@tanparevisi Kampus tsb emg agak laen selama kepeimpinan pucuk tertingginya yg mimpin skrg. Ada aja anomalinya. Bahkan yg hrs nya sdh jd guru besar pun, gak bisa lanjut krn "like and dislike"
@direktoridosen Kampus tapi berasa kerajaan sih. Kalau gak melayani raja, bakal didepak / karier nya mandek. YTTA aja inimah. Politiknya dah persis politik konoha saat ini, pimpinannya jg gitu, jadi kebayang kan pelayannya seperti apa.
@Txtdariiugm@mddrrro Pernah kejadian kok. Standarnya harusnya ngikutin katering pada umumnya kan, ada rontgen dada dan swab anus. Nah ini mentang-mentang proyek prioritas presiden, minta dipermudah. Padahal 1 orang TBC potensi menularkan ke 10-15 orang kl gak segera diobati.
@mddrrro@Txtdariiugm Lagipula, isolasi 2 minggu mah belum tentu gak nularin bang. Kalau udah pengobatan, minimal 2 bulan (fase intensif), baru kemungkinan menularkan ke orang lain lebih minim.
@ardisatriawan Pegawai SPPG noh ada yg positif TBC, skrining kesehatan aja kalah jauh sama standar katering. Mentang-mentang proyek prioritas presiden, segala aturan diterabas aja.
@mddrrro@Txtdariiugm Ngapain nyalahin dokter, orang dalam klausul aja ga ada mempersyaratkan keterangan bebas TBC kok. Salahin noh yg bikin peraturan/juknis keteragan sehat tu gmn. Pegawai SPPG aja kalau gak pemda yg pada galak, gak mempersyaratkan bebas TBC kok, padahal kerjaannya masak.