If you missed this, u missed alot!
King Abdullah of Jordan just made Biden regret standing behind him by calling out israel's criminal actions against Palestinians, especially after this latest massacre in Rafah! ITS A GENOCIDE!
๐ฃ๐๐ก๐๐๐ฅ๐ ๐๐๐ก ๐ฆ๐๐ก๐๐ข๐ฅ ๐ฃ๐๐ฅ๐ง๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐ฅ๐๐ง ๐๐๐๐ฅ๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐จ๐๐จ๐ก๐ ๐ฃ๐๐ฆ๐๐ก๐๐๐ก ๐๐ก๐๐๐ฆ ๐๐๐ฆ๐ช๐๐๐๐ก & ๐๐จ๐ฆ ๐๐ ๐๐ก.
Akhirnya terjawab juga, mengapa belakangan ini nama Agus Harimurti Yudhoyono, pak SBY dan Partai Demokrat sepi dan seperti tenggelam dari โlintas sirkuit kampanyeโ, sedikit disebut dalam pemberitaan media, padahal masa kampanye semakin tergerus waktu.
Partai Demokrat perlu mencermati hal ini. Publik mengamati hanya sedikit Kader @PDemokrat dan pendukung @AgusYudhoyono serta @SBYudhoyono yang produktif mengangkat tingkat elektoral partainya.
Ada pun nama-nama kader produktif Demokrat yang mendongkrak elektoral partai adalah pak Denny Indrayana, pak Benny K.Harman, pak Jansen Sitindaon dan beberapa nama kader senior lainnya.
Sementara kader-kader yang namanya baru muncul dipermukaan dan cenderung berisik di media sosial, justru malah lebih banyak memberikan kontribusi negatif bagi elektoral partai Demokrat.
Kader-kader baru itu bukan saja miskin narasi yang mengangkat citra dan kualitas partai, namun sebaliknya seringkali bertindak layaknya buzzer-buzzer yang tidak memiliki beban tanggung jawab atas elektoral partai.
Dalam masa kampanye, kader-kader junior Demokrat itu menghabiskan hampir seluruh durasi waktu dan energinya untuk mencaci maki, nyinyir dan melontarkan ejekan-ejekan kepada pasangan Capres diluar pasangan Capres 02, melebihi agresifitas partai-partai lain di dalam koalisinya.
Ini sungguh aneh, kader-kader itu seperti melakukan pembusukan dari dalam, di satu sisi menggunakan uniform Demokrat dalam setiap tampilannya, namun di sisi lain menghiasinya dengan nyinyiran dan ejekan pada lawan politik seakan-akan lupa bahwa mereka mengemban tanggung jawab menaikan citra partainya sendiri.
Sikap represif dan attacking kader junior Demokrat itu bukan mengembalikan kewibawaan figur SBY namun justru semakin mempertebal kesan SBY sebagai orang yang memendam sakit hati berkepanjangan, pendendam dan baperan.
Jika kader-kader senior tidak memberi masukan kepada tim pemenangan partai Demokrat, maka bukan tidak mungkin akan semakin banyak kader-kader Demokrat di daerah yang beralih dukungan, meninggalkan Demokrat dan mendukung Capres lain yang menurut mereka lebih mampu menampilkan kredibilitas dan kapabilitasnya lewat gagasan-gagasan yang rasional.