LO PADA SIBUK NGOMONGIN KORUPSINYA DADAN ?
NIH ADA 1 KASUS YANG GA KALAH GILA. Kenalin,SILMY KARIM.
Doi adalah wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan,dulunya ngejabat sebagai dirjen imigrasi.skrg?TERSANGKA KPK.
MODUSNYA? IZIN TINGGAL WNA SENGAJA DIPERSULIT!Supaya apa? supaya pemohon bayar ekstra. Di loket daerah bayar,pusat bayar lg.
Hasilnya?menurut KPK ada aliran dana 366 M di 96 rekening!
Yg dari gaji 3%, sisanya?
Diduga dr pemohon.
Tiap Jumat duitnya dibagi2,
kepada para oknum di dirjen imigrasi.
Silmy sendiri kebagian 100 juta, TIAP MINGGU.
Dan b4ngs4tnya,supaya ga ketauan,mereka pake rekening OB sampe kerabat.
Bahkan ada kode buat diskusi besaran jatah pake istilah "vokalis" , "GITARIS dapet berapa", KOREOGRAFER dapet berapa", dan MALAIKAT buat uang yang dikasih ke pejabat2 tinggi.
cc:threaddns.d.manace
Guys... ini lebih buruk dari diperkirakan...
Penguasa + buzzernya berusaha menutupi masalah ini dengan menyalahkan antek asing, operasi soros, dll...
Masalahnya adalah sampai kapan realita buruk ini bisa ditutupi?
Satu hal paling mematikan adalah kenaikan suku bunga.
Ekonomi negara ini dipenuhi oleh HUTANG, mulai dari pemerintah sampai rakyat terkecil semuanya terlilit HUTANG.
Kalau suku bunga naik, maka seluruh bunga hutang akan naik berkali-kali lipat.
Ini bisa jauh lebih buruk dan brutal dari krisis ekonomi 98.
Brace for impact....
Bagaimana akun ini bisa menerawang berakhirnya Covid tahun 2023 dan berkembangnya Hantavirus di 2026 pada Juni 2022?? Habis ngetwit begitu dia menghilang ditelan bumi... 😳😳😳
@iamasoothsayer
Jadi ceritanya bbrp hari lalu tiba2 ibu gw nelpon. Dalam kondisi agak panik, katanya ga sengaja ngeklik undangan digital yg formatnya APK.
Langsung lah gw minta forward APKnya ke gw. Lalu gw coba bongkar untuk caritau apa yg dilakukan sama app tersebut.
🇮🇩 BREAKING: Indonesia just played the game perfectly. Signed a security deal with the US, then flew to Moscow and locked in oil, gas, and LPG supplies from Russia.
That's not choosing sides. That's choosing Indonesia.
Energy from one superpower, security from another. While Europe burns itself to punish Russia, Jakarta is quietly securing its own interests from both.
The rest of the Global South is watching and taking notes.
Ini beneran terjadi di kantor gue 11 tahun yang lalu. Jadi, Payroll Officer di kantor gue kongkalikong dgn Head of Personalia. Mereka bikin 2 slip gaji pegawai di kantor gue, satu untuk laporan ke bag. keuangan dan satu ke pegawai yang bersangkutan. Tiap slip gaji beda 500rb - 2 juta. Ketauannya pas boss gue bikin acara outing, ada acara feedback dari karyawan ke jajaran pimpinan. Di situ ada karyawan bilang gajinya cuma 6 juta sementara tanggung jawab yang dia kerjakan itu Job desc 2 department. Kagetlah kepala bagian keuangan gue. Akhirnya pulang outing crosscheck semua karyawan harus menyerahkan slip gaji terakhir kemudian dicocokkan sama slip gaji yang dilaporkan Payroll officer di sistem payroll (komputer). Dari total 148 karyawan, ditemukan ada selisih nyaris 250 juta tiap bulannya. Gila kan ? Nih konspirasi 2 orang ya dzholim ke karyawan ya dzholim ke perusahaan 😡😡😡
Guys, Ko Michael Yeoh dan Ci Tjoe Ay baru live darurat bahas kondisi market Indonesia sekarang.
Dan ini yang perlu lo pahami sebelum lo gerak apapun di market.
IHSG sekarang ada di mana?
Ada pola teknikal yang disebut bearish flag dan target penurunannya sudah tercapai di kisaran 6.800.
Tiga kali market coba naik tiga kali ditolak. Bedanya sekarang, hammernya di bawah 7.000. Kalau sebelumnya selalu di atas 7.000.
Dan hari ini surprisingly market tergolong kuat meski dua saham besar baru saja masuk High Concentration List.
Soal outflow ini yang perlu lo pahami.
Estimasi dari riset Hadi CS: potensi outflow sekitar 2 miliar dolar atau sekitar Rp35 triliun dari kombinasi data kepemilikan 1% yang diopen dan klasifikasi 39 kategori yang baru.
Dari jumlah itu, dua emiten besar yang berpotensi didepak dari MSCI BREN dan DSSA sudah menyumbang sekitar separuhnya sendiri.
Sisanya? Bank-bank besar yang ada di indeks pasti kena juga BCA, Mandiri, dan lainnya.
Tapi ini yang menarik.
Ko Michael bilang mayoritas outflow kemungkinan besar sudah diantisipasi sejak jauh-jauh hari. Fund manager asing sudah expect downweight berbulan-bulan. Jadi bukan berita baru buat mereka.
Yang belum terjadi adalah outflow resminya karena asing masih nunggu keputusan MSCI yang baru diumumkan 12 Mei, efektif 1 Juni.
Jadi goncangan terbesarnya belum datang. Tapi sudah di-price in sebagian.
Soal frontier market ini yang bikin banyak orang panik.
Ci Tjoe Ay dan Ko Michael sama-sama bilang: kemungkinan besar Indonesia tidak masuk frontier. Fund-fund besar yang pegang Indonesia tidak mungkin bisa buang posisi mereka dengan mudah terlalu besar, terlalu kompleks.
Tapi kalau sampai masuk frontier semua fund pasti merugi, tidak ada yang bisa cut dengan clean. Itu worst case yang keduanya berharap tidak terjadi.
BCA mendekati bottom COVID 2021.
Ko Michael bilang ini dengan nada serius — saham sekuat BCA mendekati level yang terakhir dicapai saat COVID. Bukan karena fundamentalnya jelek. Tapi karena flow mengalahkan fundamental.
"Flow paling penting. Fundamental bagus tapi kalau outflow terus ya tetap turun."
Dan yang ngontrol market Indonesia sekarang sudah 60% lebih lokal bukan asing. Jadi yang panik dan ngedorong turun itu sebagian besar kita sendiri.
Strategi mereka sekarang?
Satu kata: diam.
Ko Michael bilang sejak Maret dia sudah bilang — santai, jangan do anything dulu sampai ada kejelasan MSCI. Jangan buang peluru sebelum medan perang jelas.
Ci Tjoe Ay juga konsisten pegang 30% cash minimum dan no margin, kondisi apapun.
Kalau mau perang harus tahu dulu kita bisa menang apa enggak. Kalau enggak bisa menang, ngapain masuk?
Dan ini konteks yang lebih besar.
Koreksi IHSG kali ini sekitar 23% dalam waktu hanya 2 bulan. Termasuk salah satu yang paling cepat secara historis — tapi juga salah satu yang paling minim dibanding krisis sebelumnya.
Perbandingan historis: dot-com bubble koreksi 52%, 2008 koreksi 60%, COVID koreksi 37%.
Kita kena dua pukulan sekaligus MSCI outflow dan sentimen perang minyak tapi turunnya hanya 23%. Itu sebenarnya relatif tahan.
Soal APBN dan bensin ini yang paling kontroversial dari live ini.
Ko Michael punya pandangan yang dia sendiri akui bakal bikin banyak orang marah.
Defisit APBN tidak boleh jebol di atas 3% itu harga mati. Kalau jebol, Indonesia bisa downgrade dari investment grade, bunga naik, rupiah melemah, dan itu jauh lebih berbahaya dari apapun.
Dan karena itu harga pertalite harus naik. Tapi orang miskin dikasih BLT. Yang kelas menengah jual mobil bensin, ganti listrik.
Alasannya bukan soal subsidi semata. Tapi soal smuggling. Selama harga BBM Indonesia jauh di bawah negara tetangga, minyak kita pasti diselundupkan keluar. Kita yang bayar subsidinya, negara tetangga yang menikmati.
"Kita sudah ngidupin dividen ke Singapura. Masa mau nambah ngidupin bensin ke Malaysia juga?"
Kapan mulai beli lagi?
Keduanya sepakat tunggu kejelasan MSCI dulu. Begitu announcement 12 Mei keluar dan situasi mulai clear, baru strategize.
Kalau sekarang lo nyangkut ketika ada rebound kecil, kurangi porsi. Jangan tunggu balik ke atas. Pastikan lo punya cash untuk tangkap di bawah kalau market beneran rebound.
"Diam itu bukan artinya enggak trading. Tapi jangan gebuk gede sekarang."
Bottom line dari live ini:
IHSG worst case mereka ada di 6.000 dengan asumsi kita tidak masuk frontier dan MSCI approval berjalan normal.
Dan kalau lo mau tahu kapan mulai agresif lagi tunggu satu sinyal: ada "superhero" saham yang mulai naik duluan dan dorong market ke atas. Seperti BCA di 2020, seperti BRIS di masanya. Superhero berikutnya siapa? Belum kelihatan. Tapi pasti ada.
Lima menit sebelum Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap Iran... seseorang membeli kontrak berjangka S&P 500 senilai $1,5 miliar dan menjual minyak senilai $192 juta
5 menit bro
Bukan 5 jam atau 5 hari
Tapi 5 menit!
Transaksi tersebut 4 hingga 6x lebih besar daripada transaksi lain yang masuk ke pasar pada saat itu.
Ada yang tahu persis sesuatu akan terjadi?
Jadi jangan percaya kalau ada yang bilang pasar akan adil pada setiap orang. Yang punya informasi A1 selalu lebih diuntungkan daripada investor ritel yang cuma bisa menebak arah pasar pakai ilmu analisis sederhana
Karena itu kita sebagai investor ritel harus selalu hati-hati. Modal kecil, ilmu cetek dan tidak punya info A1. Bisa apa?
Supaya investor ritel seperti kita bisa survive dan berhasil syaratnya harus selalu berhati-hati dan disiplin menghadapi kejamnya & dinamisnya pasar
Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.
Struktur IPO $SUPA
S-ARA ARB 25%
TM- No Waran
M-Public 4.406.612.300 (13%)
TM-Harga 525-695(100)
TM-Modal saham 33.897.017.650 lbr
TM-Incar Dana 3 T
TM- CC AZ LG KZ
Market Cap 23,58 T
PER 574 X
PBV 2,81 X
aduh ada UW CC 🙂
(UTAS)