guys aku sejujurnya lagi BU.. kl ada yg liat tweet ini dan mau bantu share sewa zoom aku ini ke relasi kalian, boleh bgt yakkk, any help will be really appreciated, thankyouuu
Itumah dirimu aja skill issue.
Masih ada pengendara motor lain Jabodetabek pp yang bisa taat aturan tanpa harus lewat jalur busway TransJakarta.
Pokoknya jalur busway TransJakarta harus steril, gak boleh diserobot kendaraan pribadi.
Do not stay silent about this. Every Muslim has a connection to Al-Aqsa. It is the First Qibla, the 3rd holiest site, From the night of Isra and Mi’raj to the legacy of every prophet who stood upon it.
As an Ummah, silence is not an option!!!
Ada beberapa hal yang menurut gua cukup mengganjal terkait ini.
1. Gua gak paham kenapa Baznas berani banget mengubah satuan emas 24 karat menjadi emas 14 karat. Alasannya Baznas karena harga emas 24 karat terlampau tinggi dan agar penerima zakat tetap banyak--karena yang bayar zakat banyak--mangkanya diputuskan menggunakan emas 14 karat.
Tentunya ini gak sesuai landasan fiqh yang menjadi jumhur mayoritas ulama yang menyepakati nisabnya adalah emas 85gr emas 24 karat bukan emas 14 karat.
2. Dalam fatwa MUI no 3 tahun 2003, zakat penghasilan dianalogikan sama seperti Zakat Harta. Sehingga seseorang harus memenuhi nisab dan haul terlebih dahulu untuk dapat dikenakan zakat ini. Haul itu periode satu tahun harta itu dikumpulkan. Misalnya dari 1 Ramadhan hingga 1 Ramadhan tahun depannya. Hal ini berarti harta tersebut adalah kurang lebih seperti tabungan yang mengendap. Bukan uang/harta yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Dalam SK Baznas tersebut, ternyata yang dimaksud sebagai penghasilan adalah penghasilan kotor yang di dalamnya ada biaya hidup bulanan, bukan penghasilan bersih yang benar-benar bisa ditabung. Kalau penghasilan kotor harusnya tidak bisa dikenakan zakat mal. Berdasarkan Fatwa MUI no 3 tahun 2003 juga menekankan bahwa penghasilan yang dikenakan zakat adalah penghasilan bersih, bukan kotor.
Sudahlah penentuannya nisabnya tidak jelas berdasarkan apa tiba-tiba menjadi emas 14 karat, penarikan zakatnya pun juga rancu karena menjadikan penghasilan kotor sebagai acuan, alih-alih penghasilan bersih.
Ingat lho, jangan main-main sama zakat. Jangan utak-atik aturan zakat hanya demi tidak kehilangan potensi zakat nasional. Kalau mau potensi zakat kita besar, maka kesejahteraan penduduknya yang ditingkatkan bukan nisab dan haulnya yang 'diakalin'.
Lagipula penerima zakat dalam islam itu rigid banget. Hanya ada 8 ashnaf yang berhak menerima zakat dan selain itu dilarang menerima zakat. Maka jangan coba-coba menjadikan zakat sebagai pembiayaan program populis. Salurkan aja zakat dengan benar ke 8 ashnaf yang memang berhak.
Narasi beginian kenceng banget keliatan gak organiknya. Wajar aja penanganan bencana kita amburadul. Budgetnya malah dipakai buat hiring bot dan buzzer.
Udah gila level performatifnya.
Apa coba maksudnya Menhut ikut evakuasi jenazah? Menko ikut angkat/angkat logistik di lokasi bencana?
Yang WAJIB ga dikerjakan, tapi yang SUNNAH rebutan. Itu pun cuma sebatas on camera. Memuakkan.
Nyawa rakyat Indonesia gak ada harganya. Bahkan di negara mereka sendiri. Hanya dipandang sebagai angka yang kalau belum mencapai seribu, mungkin masih dianggap sedikit.
Pemerintah kita pembunuh.
nangis waktu ibunya bilang "Roni gak tau kalau Farhan pahlawan? Farhan pahlawan tau" sometime kita lupa kalau mereka yang meninggal karena ikut aksi adalah pahlawan yg sebenernya
Halo kak mau tanya, apakah staff di bandara Soekarno hatta sudah terlatih untuk mengenali lanyard bunga matahari sebagai penanda disabilitas taktampak?
Saya sudah memakai lanyard ini di bandara namun ketika saya memasuki lane khusus penderita disabilitas
@CCINJAirports