kalo ada orang marah-marah dan ngotot soto harus pake kecap, trus lu jawab 'sepakat' untuk meminimalisir ribut, gue paham, tapi kalo ada orang bahas isu sosial & ketimpangan gender, trus lu jawab 'sepakat' karna menganggap topik itu ga penting untuk diperdebatkan, ya ketaker sih
cowo jadi korban ks
kalo pelakunya cowo juga dibilang " Cowo kok cupu, tonjok lah, lawan"
kalo pelakunya cewe dibilang "yaelah nikmatin aja si, paling sebenernya doyan kan lu"
dan kebanyakan yg ngomong gitu adalah sesama cowo wkwkwk trus yg disalahin malah cewe karna ga belain
1 korban kekerasan seksual saja sudah TERLALU BANYAK, ini 27? dua. puluh. tujuh. dan lu masih sibuk debatin bahwa ini bukan 100% kekerasan seksual hanya karena tidak ada AKSI LANGSUNG? oh you’re sick
laki-laki liat cewe seksi=wajar, namanya juga laki-laki.
sedangkan perempuan cuma minta diperlakukan dengan baik=standar tktok, banyak nuntut, ga bisa nerima apa adanya.
Gampangnya gini:
Thirsting = “dia hot banget” (admiring)
Sexualizing = “aku mau melakukan X ke dia” (objectifying)
---> melihat idol sebagai objek seksual, bukan sebagai manusia utuh. Bisa berupa komentar yang eksplisit, imajinasi seksual yang dipaksakan, atau framing yang merendahkan.
Tapi memang, di fandom K-pop garisnya bisa blur banget. Banyak “thirst tweet” yang viral itu kadang sudah melewati batas dan jatuhnya jadi sexualizing juga; makanya sering jadi debat.
Kalau ragu, pakai patokan sederhana:
“Kalau ini diomongin langsung ke orangnya, masih sopan gak?”
Kalau jawabannya enggak, kemungkinan besar itu sudah masuk ke sexualizing. Gitu sih ya guys. 🫰🏻
@newsonly951@miy0pie@anononly12467 Jadi masalahnya bukan sekadar bagaimana chat itu disebarkan, tapi juga isi dan dampaknya. Kalau kita selalu mengutamakan privasi pelaku, risiko normalisasi pelecehan justru makin besar
@newsonly951@miy0pie@anononly12467 Privasi dalam chat grup memang itu penting, tapi bukan absolut apalagi kalau dipakai untuk melindungi perilaku yang melecehkan. Banyak kasus justru tidak pernah terungkap karena semuanya ditutup atas nama privasi