Two days ago, my sister was waiting for her only daughter, her little girl, her beloved Raghad an orphan whose father had previously been killed by Israel to return home. But she never came back. Israel fired four missiles at her and killed her
What hurts me the most is that Israeli soldiers kill our children, then go home to embrace their own children, while our mothers and fathers are left embracing the lifeless bodies of their children or waiting for loved ones who will never return
🔴 Filistinli gazeteci Mücahit Bani Muflih:
Hapishanedeki her günün her detayı bir işkenceydi.
Ben, başkalarının dile getiremediği bu acıları, açlığı ve tıbbi ihmalleri duyurduğum için tutuklandım.
Israeli soldiers beat a Palestinian teenager in the West Bank until he fainted amidst his mother's screams for help. 🇵🇸💔
Don't normalize this,
Don't stop sharing this.
pernah baca satu narasi dari Jalaluddin Rumi:
“Tanda Allah jatuh cinta padamu ialah ketika cemburu-Nya ditampakkan dengan membuatmu patah hati pada dunia.”
Lalu aku berpikir, “Apa tandanya seseorang benar-benar tenang dalam takdir Tuhan?”
Jawaban yang aku temukan:
Ia tidak terlalu gembira saat diberi, dan tidak hancur saat diuji. Karena ia tau.. dalam setiap keadaan, Tuhan sedang menuntunnya menuju kebaikan.✨🤍
"Jika kau ingin tahu sekotor apa qolbumu, maka sadarilah sebanyak mana kau telah memandang rendah terhadap orang lain, serta merasa lebih baik dari orang lain."
Imam al-Ghazali
الأَمْطَارُ الَّتِي يَلْعَنُهَا الْبَحَّارَةُ، هِيَ ذَاتُهَا الَّتِي يُصَلِّي مِنْ أَجْلِهَا الْمُزَارِعُونَ.
"Hujan yang dicela oleh para pelaut itu, adalah hujan yang sama yang didoakan oleh para petani."
— Peribahasa Afrika
The image of journalist Mujahid Bani Muflih encapsulates the reality of the Israeli prison system, which has become a tool of slow and direct killing of Palestinian prisoners.
Bani Muflih, a journalist with Ultra Palestine,
buat yang bingung knp polisi tracknya cepet, si goblog ini menyerahkan diri setelah dikasih arahan sama seniornya, soalnya kalau jadi buron takut mati di jalan digebukin karena satu negara udah tau. si goblog ini juga pernah pukul bapaknya yang lagi di sawah pake kayu karena gak dimasakkin lauk, kerjanya sehari-hari jadi debt collector, ada riwayat abuse mantannya juga, dan pernah dipenjara juga. banyak orang sebel liat dia mulus-mulus aja (termasuk gue), harusnya mata dibalas mata, terbukti lagi sistem hukum islam memfasilitasi kerangka keadilan yang seimbang untuk korban, sedangkan kerangka hukum sekuler ya gini-gini aja, gak mampu ngasih pelindungan dan konsekuensi yang seimbang, ya kl digebukin dalam sel bakal sampe gimana? berapa lama? apakah bakal setara? gak ada yang tau
jangan terlalu sinis sama konsep hukum agama sendiri kalau nyatanya kalian juga ikut marah ketika orang zalim melenggak-lenggok tanpa konsekuensi yang setimpal.
an eye for an eye is needed when justice is ignored
"Allah mengetahui bahwa kau sulit menerima nasihat begitu saja. Oleh karena itu, dia membuatmu bisa merasakan pahitnya musibah agar kau mudah meninggalkan dunia."
Syekh Ibnu Atha'illah