Selamat malam Koyuki,
Saya ingin memberikan souvenir pernikahan Sanemi dan Giyuu.
Terimakasih sudah berkenan hadir dan mendoakan kedua mempelai serta memberikan hadiah.
ㅤㅤSelamat malam, Uzui–𝘴𝘢𝘯. Terima kasih kembali untuk cendera matanya, ya. 𝘖𝘵𝘴𝘶𝘬𝘢𝘳𝘦𝘴𝘢𝘮𝘢~!
ㅤㅤ( Menerima keduanya sebelum bersulih pandang teruntuk @thewatchound. ) Hakuji–𝘴𝘢𝘯, bolehkah yang biru untukku?
Selamat malam Koyuki,
Saya ingin memberikan souvenir pernikahan Sanemi dan Giyuu.
Terimakasih sudah berkenan hadir dan mendoakan kedua mempelai serta memberikan hadiah.
@thewatchound ㅤㅤKerlingan sontak mengarah ke sisi berlawanan dari posisi nan terkasih berada, tanda bahwa ia bak menghindari bersemuka dengan si wira. “𝘌𝘵𝘵𝘰 …,” kian tersipu ia kala menjeda, jemari menari lembut di penghujung buket, “aku menyukainya sebab Hakuji–𝘴𝘢𝘯 yang memberikan.”
@thewatchound ㅤㅤFrasa nan tertangkap sukses membuat kurva setia terpatri hiasi bilabial ranum sang kirana. “Bila begitu, kuanggap itu sebagai janjimu.” Berjenaka, tentunya.
ㅤㅤAda angguk perlahan hadir, sebelum gumam lembut terdengar, “Mhm~. Ataukah, Hakuji–𝘴𝘢𝘯 ingin ke suatu tempat?”
@thewatchound ㅤㅤKetibaan nan ‘lah dinantikan pastilah lekas bersambut dengan merekahnya lengkungan di celah bibir si kenya, kuasa turut terulur guna menerima minuman dalam genggaman kawan bicara. “Eum, tidak, kok. Tapi, selama apapun Hakuji–𝘴𝘢𝘯, tentu selalu kutunggu. 𝘈𝘳𝘪𝘨𝘢𝘵𝘰𝘶~!”
@thewatchound ㅤㅤ“Mhm, dan aku akan menunggu Hakuji–𝘴𝘢𝘯~!” Tatkala daksa nan lebih tinggi beranjak memunggungi, tungkai kenya berpupil sewujud bunga lekas menuntun empunya menuju titik nang masihlah belum berpenghuni. Kerlingan sesekali mengarah pada sang pujaan bak menantikan ia kembali.
@thewatchound ㅤㅤMesem terukir pada bilabial seiring gelengan ringan diagihkan demi menjawab tanyaan nan terkasih, “𝘐𝘪𝘦, aku cukup dengan 𝘰𝘤𝘩𝘢 saja.”
ㅤㅤJemari kini mengarah ke deretan kursi nang terletak tak jauh dari posisi. “Bila begitu, kucarikan tempat duduk yang nyaman, ya~.”
@thewatchound ㅤㅤGerak tungkai tentulah mengikuti ke mana langkah empunya iris serona langit cerah, hingga terhenti kala diri ‘lah menjadi bagian prosesi.
ㅤㅤ“Huh? Bolehkah?” Terteleng sejemang jemala pasca-berbalik tanya, pandang pun tampak berbinar. “Mm, bagaimana dengan minuman dahulu?”
@sndbshr ㅤㅤSetiba di lokasi, empunya asma Koyuki lekas menorehkan jenama ia pula sang wira dalam buku nan tersedia. Tiada terlupa sekotak 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘬𝘪𝘴𝘢𝘯 turut diagih ‘tuk mempelai.
!2DAU
Selamat malam, baru saja dibangkitkan dan butuh banyak teman untuk meramaikan linimasa. Bisa tinggalkan jejak di kolom reply berupa kata kunci ataupun IC. Bisa juga menghijaukan tombol repost untuk sekedar bermutual dan berbincang di lain waktu.
-CANON
…ㅤ destinasi, suatu pinta teruntuk pemilik toko lolos dari nang taruni hingga sebuah handuk bersih diberi.
ㅤㅤ“Tuan,” lekas kuasa mengulurkan pada wira beriris safir seraya kurva halus terukir, “gunakanlah untuk mengeringkan dirimu. Aku akan segera kembali.” ꒰ * @ducshes ꒱
…ㅤ mengalun seolah berjenaka, kendati benar demikianlah ia hendak berkata.
ㅤㅤKini, langkah menuntun empunya mengikuti wira di sisi. Pupil serupa bunga tampak sesekali mengerling ‘tuk memastikan titik nan membasuh sang jejaka. Oleh sebab itu, kala tungkai terhenti di ㅤ…
@cyanmuist ꒰ ﹟𝒆𝐢𝐬𝐤𝐚𝐥. ꒱ Koyuki: (Headpat Mui-kun and Cyan-chan. 🫶🏻). Gemas, jadi membayangkan dojo sebelah dapat tatapan maut duluan sebelum berhasil menyusup. 🛐 … waduh, kok, panik?! Sekarang pasti aman, ‘kan??? Omong-omong, terima kasih sudah menikmati tulisannya, Cyan. ♡