maaf ya mutualku, akun ini akhir2 ini dan beberapa waktu ke depan (belum tau sampai kapan) gak dalam mode booktwt lagi. jikalau ada yang terganggu, boleh bub aku aja ya. terimakasih 💖
Itulah mengapa aku selalu bilang kalau millenial itu generasi yg paling digitally literate di antara semua generasi yang ada sekarang.
Gen Z dan Gen Alpha mungkin digitally "fluent". Tapi digital literacy adalag sesuatu yang lebih dimiliki oleh para milenial.
Inilah kalau membaca novel Hujan pas dewasa wkwkwk, karakter Soke ini teenlit bgt, wanita dewasa udah gak suka. Kita suka cowok pinter, sepaket sama komunikasi yang bagus. Klo modelan Soke ini bikin ngelus dada terussss. Untung karakter temennya FL keren, lebih suka ke itu sih.
Ada satu tokoh fiksi yang sering mengundang perdebatan di kalangan pembaca buku: Soke Bahtera, dalam novel Hujan, karya Tere Liye.
Banyak yang bilang, Soke adalah tokoh laki-laki green flag, penyayang, perhatian, dll. Sebaliknya, aku tidak menemukan sisi green flag itu. Bagiku, Soke Bahtera adalah bendera merah berkibar-kibar.
Komunikasi adalah elemen paling penting dalam sebuah jalinan asmara, dan bagiku, Soke komunikasinya busuk banget bjrot 🤮👎
Berkali-kali aku pengen teriak, "NGOMONG YA SOKEEEE, NGOMONGGGGGG!!!!", tapi ya udah sih, kalo dia ngomong, cerita Hujan akan cuma jadi cerpen alih-alih novel. Hahaha....
Aku yakin, dalam menulis tokoh Soke, Tere Liye (atau ghost writernya, hahahaha) bermaksud menjadikan Soke seorang tokoh laki-laki idaman wanita yang hampir serbasempurna. Sayangnya, dia (atau mereka) lupa, bahwa wanita sangat membutuhkan laki-laki yang bisa berkomunikasi efektif, dan itu tidak dimiliki Soke.
Sampai pada satu titik aku sadar, bahwa seorang Soke Bahtera, yang digadang-gadang sebagai lelaki green flag itu, ternyata adalah apa saudara-saudara??????
Man written by man 😐🙏
bayangin ini jalur resmi masuk Pertamina lewat BPS tesnya puanjanggg dan soalnya susah gila. kalo lu ga pinter, cerdas, kritis, bahasa inggrisnya bagus, paham isu terkini terkait bidang yg didaftarin, dan lainnya ga bakalan mungkin lolos. tiba-tiba ada bocah 27 tahun jalur fast track timses jadi komisaris yg gajinya bisa nyentuh 200jt sebulan like what the hhhh..???
Reader to reader:
Masih seputar jgn bookshaming tp khususnya, jgn shaming pembaca baru/pemula. Gak perlu ngatain mereka yg masih baca buku2 “best seller” as orng2 fomo, ngatain yg baru nyoba genre tertentu as “normies” (like where do this term even come from🙄).
i agree junk journaling is about recycling and giving new life to things we already have in the first place instead of beli sticker baru, deco paper baru, dll.. jatuhnya malah defeat the purpose and end up feeding into consumerism ya..
INI INI INI YANG PENGEN AKU BAHASSS SUMPAH. Kenapa banyak community yg ngadain journaling sessions MAHAL BANGET kek up to 100k+++++ 😭 IN THIS ECONOMY.. i can't! padahal journaling cuman nulis2 aja, bawa notes, perintilan stationery, terus kan bisa saling sharing jg :")
Walau gue tahu Prabowo tuh goblok banget. Tetap aja gue heran setiap kali diksi yg keluar dari mulut dia kek orang ga pernah sekolah. Diksi dia tuh MINUS dan DANGKAL banget wkwkwkwkkwwwkkwkw kek beneran bukan orang terdidik, sering banget make low-level vocabulary anjinggg😭😭😭
babe tolong napak tanah, coba main ke luar Jawa sini yuk, kita cari perpustakaan yg ada buku-buku itu (itupun kalo kamu nemu perpus)😂
not trying to be rude or anything tpi emang baca² buku berkelas kek gitu outputnya masih bisa oon gini ya?
Aku bahkan termasuk di twt ini. Aku seneng interaksi sama mutualku dan bahkan pengen temenan deket tapi pada akhirnya selalu ada "dinding" yang kuciptakan. I am afraid if we are getting closer then they will realize that I am not good (or whatever that is expected of me) enough.