Sejumlah guru honorer madrasah dari berbagai daerah demo di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (20/5/2026) pukul 13.00 WIB. Terjadi kemacetan yang cukup panjang sehingga terdapat pengalihan rute TJ pada koridor Koridor 9, Rute 1W, 3F, 9A, 10H, T31, S61 dan SH2.
Gaji guru naik hampir 300%....eh cuma 3 detik kok...
TOP 10 KASUS KORUPSI TERBESAR DI INDONESIA
1. PERTAMIN: 968,5 TRILIUN
2. PT TIMAH: 300 TRILIUN
3. IKN: 161 TRILIUN
4. BLBI: 138 TRILIUN
5. DUTA PALMA: 104,1 TRILIUN
6. TPPI TUBAN: 37,8 TRILIUN
7. ASABRI: 22,7 TRILIUN
8. JIWASRAYA: 16,8 TRILIUN
9. EKSPOR CPO: 12,8 TRILIUN
10. PESAWAT GARUDA : 9,9 TRILIUN
Penjelasan singkat vonis pelakunya dan yang paling sakit adalah beberapa pelaku sudah keluar dan sedang menikmati hasil korupsi yang triliun tersebut💔
1. Pertamina BBM Oplosan 2018-2023
Kerugian: Rp 968,5 T
Tersangka utama: Riva Siahaan Dirut Pertamina Patra Niaga, Yoki Firnandi Dirut KPI, Maya Kusmaya, Edy Massaid
Status: Masih sidang 2025. Tuntutan ke Yoki 16 tahun, Riva 15 tahun. Angka kerugian masih sementara, cuma hitungan tahun 2023.
2. PT Timah 2015-2022
Kerugian: Rp 300 T
Tersangka utama: Harvey Moeis, Helena Lim, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani
Status: Masih sidang di PN Jakpus. Tuntutan jaksa ke Harvey 12 tahun penjara + denda Rp 1M + uang pengganti Rp 210M. Helena dituntut 8 tahun. Belum ada vonis final.
3. CANDI IKN
Kerugian : APBN 90 TRILIUN +SWASTA 72 TRILIUN= TOTAL 161 TRILIUN
Tersangka utama: jokowi dan pembantunya
Note: Kasus ini belum di buka, tapi pintu masuk sudah ada dengan di tetapkanya kembali ibukota negara tetap di Jakarta oleh MK. Jika kasus ini di usut hukumannya bisa ratusan tahun bahkan berpotensi hukuman mati tergantung nanti pembuktian di pengadilan.
4. BLBI 1997-1998
Kerugian: Rp 138 T
Tersangka utama: Sjamsul Nursalim & Itjih Nursalim pemilik BDNI, Samadikun Hartono
Status: Campur. Sjamsul divonis 3 tahun 2020. Samadikun kabur ke Singapura, divonis 17 tahun in absentia. Banyak aset masih digugat secara perdata.
5. Duta Palma Sawit Ilegal
Kerugian: Rp 104,1 T
Tersangka utama: Surya Darmadi
Status: Sudah inkrah. Divonis 15 tahun penjara + denda Rp 1M + uang pengganti Rp 2,2 T oleh MA 2023. Sekarang lagi jalani hukuman.
6. PT TPPI Kilang Tuban
Kerugian: Rp 37,8 T
Tersangka utama: Raden Priyono mantan Dirut Pertamina, Bachtiar Abdul Fatah
Status: Sudah inkrah. Raden Priyono divonis 16 tahun 2013, udah selesai menjalani hukuman.
7. PT Asabri
Kerugian: Rp 22,7 T
Tersangka utama: Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Adam Damiri eks Dirut Asabri
Status: Sudah inkrah. Heru Hidayat divonis mati 2022. Benny Tjokro seumur hidup 2022. Adam Damiri 15 tahun. Ini vonis terberat sepanjang sejarah korupsi.
8. PT Jiwasraya
Kerugian: Rp 16,8 T
Tersangka utama: Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Hendrisman Rahim eks Dirut Jiwasraya
Status: Sudah inkrah. Heru Hidayat divonis mati 2020. Benny Tjokro seumur hidup 2020. Hendrisman 20 tahun.
9. Ekspor CPO Sawit 2022
Kerugian: Rp 12,8 T
Tersangka utama: Indrasari Wisnu Wardhana Dirjen Daglu Kemendag, pejabat Permata Hijau & Wilmar
Status: Sudah inkrah. Indrasari divonis 8 tahun 2023. Korporasi kena denda Rp 250M-500M.
10. Pengadaan Pesawat Garuda
Kerugian: Rp 9,9 T
Tersangka utama: Emirsyah Satar mantan Dirut Garuda, Hadinoto Nadjib
Status: Sudah inkrah. Emirsyah divonis 8 tahun 2020, bebas bersyarat 2024.
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Nah, pembahasan ini tuh menarik...
Jadi, intinya ayahnya ngeviralin tentang ujiannya, kok bisa salah pada jawaban murid???
yang dimaksud :
3 x 4 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12
Menurut gurunya, yang benar adalah 4 + 4 + 4 = 12
Meski 3 + 3 + 3 + 3 = 4 + 4 + 4 = 12, tapi hanya salah satu yang mewakili 3 x 4
Mari kita bahas...
Jadi, ini menyesuaikan pada konteks pada bahasa
3 x 4 akan dibaca sebagai tiga kali empat
Tiga merupakan subjek(pelaku)
sedangkan empat adalah objek(yang dioperasikan)
Menurut definisi perkalian, perkalian itu adalah penjumlahan dengan bilangan yang sama...
Artinya, a x b = b + b + b + ... (sebanyak a kali)
Jadi memang, untuk 3 x 4 yang dimaksud adalah 4 + 4 + 4. Gurunyalah yang memang benar.
Tapi, kenapa harus dibedakan, untuk apa?
Nah, contoh kasarannya kayak minum obat, anjurannya kan 3 (waktu) x 1 (tablet), meski memang sama-sama 3 obat dalam 1 hari, tapi yang dimaksud minum 1 tablet dalam 3 waktu yang berbeda, buka meminum 3 tablet dalam 1 waktu.
Sekilas ini terlihat tidak fatal, tapi dengan konteks tertentu jelas sangat fatal. Jadi, memahami konteks perkalian kadang memang diperlukan(kecuali memang mengabaikan konteks)
Konteks perkalian ini nanti ada hubunganya dengan pembagian/pemfaktoran, mengingat invers overasi perkalian itu adalah operai pembagian
(maksudnya invers a adalah 1/a)
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?"
"Coba saya cek, kasih nama sama NIM?"
"Debi Pak, ini NIM saya."
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya."
***
"Bu Dinas Sosial."
"Iya gimana?"
"Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK."
"Minta NIK orang tua ya."
"Ini Bu, tolong dicek"
"Sebentar ya"
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK."
***
"Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK"
"Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?"
"Iya Pak"
"Lah, penghasilannya bukannya lumayan?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?"
"Iya Pak"
"Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud."
***
"Bu Dikbud."
"Iya gimana?"
"Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji."
"Sebentar saya cek ya."
"Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali."
"Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?"
"Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank"
"Iya gimana?"
"Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Bu, saya cek dulu"
"..."
"Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya Mbak"
"Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
"Memang aturannya segitu pinjaman kita."
***
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?"
"Jadi gak daftar ulang pertama?"
"Iya."
"Gak bisa, kalau udah lulus ujian tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan."
"Hah?"
Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads
Ngomongin MILK TEA keknya harus buat ranking yang paling enak deh yaa
1. Chatime : Hazelnut Chocolate
2. Tianlala : Earl Grey
3. Teazzi : Deep Roast Oolong
4. Sancha : Pearl Milk Tea
5. Molly : White Champaca oolong
Kalo menurut kalian gimana? Ada rekomendasi lain?
Wajib pesen menu ini, trust me kalian nggak bakal nyesel 😭
1. Teazzi : Deep roast oolong milk tea
2. Fore : Butterscotch sea salt latte
3. Chikuro : Royal garlic cream cheese
4. Reddog : Topokki Original + Mozzarella Sausage
5. Koi : Green Milk Tea
Ada rekomendasi lain?
untuk para perempuan yang punya prinsip “i can do it by myself” semoga dipertemukan dengan laki-laki yang “i know you can, but let me help you to handle it”.
Heesun’s first vlog is so fun to watch. It’s cute to see mingee sungmin goeun babying her sm 🥰
Also, I know heebeen will be lowkey, but I don’t expect this far. Lmao. She even muted subeen’s voice 😭 all I can see is the tip of his shoulder and hair. Lol