Kuy, datang dan duduk bersama. Kita berbincang tentang kebebasan beragama atau berkeyakinan di negeri ini. Segera registrasi melalui gawai kesayanganmu. Ada buku-buku gratis untuk kamu yang beruntung.
https://t.co/SMiV2bmIFO
The misconceptions that religions and faiths cannot accept and support queer identities are pervasive that it systematically victimizes and marginalizes the life of many queer people. Come and join the discussion at Graduate School Building UGM Room 306 16:00 WIB. Free for public
Dragon Nests below the Wind: the history and diversity of Chinatowns in the Archipelago. Rabu ini, 22 Feb 2023, di Ruang 306 Gedung Pascasarjana UGM. Gratis !!!
Dalam rentang sejarah, kekristenan di Indonesia yang dibawa dan dibentuk oleh misionaris Eropa turut andil dalam peminggiran masyarakat adat dan penghayat. PGI menyadari keterlibatan gereja di masa lalu dan berupaya membangun jalan advokasi yang inklusif.
https://t.co/MABgEweHrv
Esok Rabu (26 Okt) kita berbincang bersama Rev. Sharma Premawardhana yang akan berbagi pengalaman kolaborasi Interfaith Peacemaker Maker dalam melawan ekstremisme agama. Sila datang ke gedung pascasarjana UGM pukul 13.00 WIB di Ruang 30t. Gratis dan terbuka untuk umum
Rabu (12 Oktober) besok kita akan berbincang bersama Jessy Ismoyo tentang ruang spiritualitas komunitas bissu. Sila datang ke gedung pascasarjana UGM pukul 13.00 WIB di Ruang 306. Gratis dan terbuka untuk siapa pun
Setelah dua tahun dilaksanakan secara daring, Wednesday Forum kembali luring!
Nor Ismah dari Universitas Nahdlatul Ulama akan membuka edisi semester ini dengan topik "“The Everyday Practices of Women’s Fatwa-Making in Java, Indonesia”. Yuk, ramaikan!
Teologi Kristen Barat yang eurosentris dan sangat tekstual ternyata kurang sesuai dengan konteks beragama di Indonesia. Gereja pun mengupayakan reinterpretasi terhadap teologinya melalui kontekstualisasi. Namun, seberapa inklusifkah teologi kontekstual? https://t.co/9YjGjAKOjS
Dicari dosen-dosen dalam disiplin kajian hukum, syariah, filsafat, studi agama, serta ilmu-ilmu sosial dan politik.
Beasiswa fellowship yang keren menunggu kalian.
Selengkapnya sila ditengok di https://t.co/8fvtD32Sh1
Mitos kerap dianggap sekadar dongeng dari masa lalu yang validitasnya dipertanyakan. Salah kaprah yang sepertinya "tidak berbahaya" ini rupanya berimplikasi besar—yang tak jarang berujung diskriminasi dan stigmatisasi pada masyarakat pengampu mitos.
https://t.co/bX0uedxsW1
Ikuti peluncuran dua seri terbaru dari Indonesian Pluralities, "Tiga Suara" dan "Beragam Setara", Minggu 13 Maret 2021, pukul 19.00-21.00.
Sampai bertemu di hari Minggu!
Perjumpaan antaragama bisa terjadi di mana saja, oleh siapa saja, bahkan dalam kondisi yang tak dinyana. Ruang ICU Covid 19 salah satunya.
https://t.co/5ZGCUdfgjY
yuk, gabung wednesday forum hari ini. Suryaningsi Mila bakal berbagi kisah tentang perjumpaan para perempuan pelintas batas dan dialog mereka yang inspiratif.
https://t.co/TcIagZBBPU
Agama dan kejahatan seolah dua sisi berkebalikan. Yang satu ada untuk meniadakan yang lain. Namun, faktanya tak sedikit kejahatan dilakukan atas nama agama dan oleh orang yang taat beragama. Tak jarang, agama justru menjadi alasan untuk berbuat kejahatan.
https://t.co/j4LrjgEqMx
Persoalan sosial-lingkungan rupanya berkelindan erat dengan persoalan Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan (KBB). Lantas, bagaimana KBB dapat memainkan perannya dalam krisis multidimensi ini? Di mana posisi perempuan adat dalam dinamika tersebut?
https://t.co/coxxNSfoJs
Di tengah kondisi bumi yang darurat ini, pengetahuan adat bisa menjadi antitesis dari agrikultur modern yang bersifat merusak. Agama leluhur memainkan peran sentral di dalamnya.
https://t.co/3Zl6tVSYiu